Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2016-11-10 | Waktu : 07:11:03
Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-16 tahun 2016

Bandar Lampung --- Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-16 tahun 2016 disambut baik kalangan akademisi pengkaji keislaman di Indonesia. Hal ini ditandai dengan masuknya lebih dari 1600 makalah yang didaftarkan. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan AICIS yang sudah memasuki tahun ke-16.

"Jumlah makalah sebanyak 1.692, merupakan jumlah makalah yang terbesar sepanjang penyelenggaraan AICIS," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat pembukaan AICIS tahun 2016 di Bandar Lampung, Selasa (01/11).

Ribuan makalah yang masuk kemudian diseleksi hingga diperoleh 224 makalah, dengan komposisi 120 makalah masuk kategori A dan sisanya kategori B. "Makalah-makalah yang masuk dalam kategori A sebagian besar akan diterbitkan dalam jurnal internasional yang terindeks di scopus. Sedangkan makalah yang masuk ke dalam kategori B akan dipublikasikan oleh panitia," kata Dirjen.

Dirjen Pendis mengapresiasi pengelola jurnal internasional, para rektor yang memiliki perhatian pada jurnal, serta para pihak yang senantiasa menginisiasi program prioritas dalam mewujudkan jurnal yang terakreditasi secara internasional (terindeks di scopus).

Berbeda dengan sebelumnya, lanjut Kamaruddin, rangkaian kegiatan AICIS ke-16 dipusatkan di kampus IAIN Raden Inten Lampung. Hal ini dimungkinkan, terang Dirjen, karena kampus IAIN Raden Intan merupakan kampus yang cukup luas di Lampung.

Sejumlah narasumber sudah mengkonfirmasi kehadirannya pada forum akademis yang akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 November 2016. Mereka berasal dari sejumlah negara, di antaranya: Tunisia, Australia, Mesir, Inggris, Brunei, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Pembicara yang dijadwalkan tampil dalam AICIS 2016 ini, yaitu: Prof. Dr. Monchef Ben Abdel Jelil (University de Saosa Tunisia), Prof. Dr. Sumanto Al-Qurtubi (King Fahd University of Petroleum and Minerals, Saudi Arabia), Dr. Annabel Teh Gallop (British Library), Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud (ISTAC Malaysia), dan Prof. Bhajan Grewal (Victoria University).

Selain itu, Dr. Minako Sakai (UNSW), Prof. Tomas Lindgren (Umea University, Sweden), Dr. Kevin W. Fogg (Oxford University), Habiburrahman el-Shirozi (Indonesian Novelist/Humanist), Dr. Muhammad Hadi bin Muhammad Melayong (Brunei Darussalam), Prof. Magdy Behman (Estern Mennonite University, USA), Dr. Minako Sakai (University of New South Wales, Australia), dan Prof. Dr. David Carter (University of Canberra, Australia).

Penyelenggaraan AICIS 2016 juga dimeriahkan dengan Pertemuan Forum Rektor/Pimpinan PTKI, Forum Direktur Pascasarjana, Pameran Karya Tulis Ilmiah Dosen, Ekspos Jurnal Terakreditasi Nasional dan Internasional dan HAKI, Dialog Interaktif Scientific Publication for Islamic Higher Education, Talkshow Narasumber/Pakar (Dalam dan Luar Negeri), Indonesian Islamic Scholar Club (IISC). sumber : kemenag.go.id

Stand Buku UINSU Ramai Dikunjungi pada AICIS ke-16 2016 Lampung

Lampung, 2 November 2016. AICIS ke-16 di adakan Lampung dan diikuti oleh seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia termasuk UINSU. Moment ini dimanfaatkan oleh UINSU dengan  mendirikan stand buku yang merupakan karya-karya para dosen yang ada.  

Rektor UINSU, Prof. Saidurrahman, M.Ag dalam kesempatan kunjungan beliau ke stand ini menyatakan kekaguman dan apresiasi atas stand  ini. “Kita akan terus mendorong dosen-dosen UINSU untuk berkarya dan ditampilkan di ajang-ajang nasional maupun internasional. Stand buku ini merupakan salah satu langkah awal yang patut terus dikembangkan,” demikian papar beliau.

“Ada lebih dari 100 judul buku yang kita tampilkan. Karya tersebut adalah hasil produksi UIN Press dan FEBI Press. Ke depan, kita akan menampilkan buku-buku yang lebih banyak”, demikian penjelasan M. Ridwan yang menjadi koordinator stand ini. Jumlah ini menempatkan UINSU di posisi ke-2 dari jumlah buku. Hal ini cukup menarik, mengingat  keikutsertaan stand buku UINSU di ajang AICIS boleh dikatakan terbilang baru.  

Dalam pengamatan di lapangan, stand UINSU ini cukup ramai dikunjungi.  Para pengunjung silih berganti berdatangan, baik untuk membeli atau sekedar melihat-lihat. “Buku-bukunya bagus dan harganya murah,” kata Abdullah, seorang mahasiswa Thailand yang berkunjung ke stand ini.