Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2017-07-31 | Waktu : 20:29:45
UIN SU Meraih Penghargaan IAEI AWARD Sebagai Kampus Ekonomi Islam Terdepan

Jakarta – 31 Juli 2017. Rektor UIN SU Prof. Dr. H. Saidurrahman, M.Ag berhasil meraih penganugerahan sebagai kategori Ekonomi Islam terdepan. Hal ini tentunya menjadikan UIN SU menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki daya saing tinggi dan memiliki nilai plus tersendiri khususnya Ekonomi Islam.

Penghargaan ini tidak terlepas doa dan dukungan para guru besar dan seluruh civitas akademika UIN SU. Ekonomi Islam merupakan salah satu prodi yang sangat banyak peminatnya , bahkan tahun ini FEBI sebagai salah satu fakultas terbaik sedang membuka pendaftaran prodi pascasarjana Perbankan Syariah. Keluarga besar FEBI mengucapkan rasa syukur dan selamat dan sukses atas penghargaan kepada Rektor UIN SU

Pemberian award oleh IAEI yang merupakan ajang pertama kalinya penghargaan dan apresiasi bagi institusi, akademisi, praktisi serta pakar yang berjuang dan berkontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi, keuangan dan bisnis syariah di Indonesia. Berikut penerima IAEI Award: Pertama yaitu Kampus Ekonomi Islam terdepan (Universitas Airlangga, UIN Sumatera Utara, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

UIN SU terus melejit untuk menjadi UIN SU yang Lebih JUARA, dengan banyaknya fakultas yang sekarang diharapkan semua dapat memberikan sesuatu yang lebih bagi kemajuan UIN SU JUARA, ujar Prof. Saidurrahman

Penganugrahan IAEI Award kepada Rektor UIN SU Prof. Dr. H. Saidurrahman, M.Ag diberikan oleh Prof Bambang Brodjonegoro, Ph.D selaku Ketua Umum IAEI Pusat. Turut hadir mendampingi Rektor UIN SU oleh Wakil Dekan I Dr. H. Muhammad Yafiz, MA dan Dosen FEBI Dr. Azhari Akmal Tarigan, pada acara Grand Peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah, dan Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas), yang bertemakan “Ekonomi Islam untuk Rakyat” di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, yang dibuka oleh Presiden RI.

Ekonomi Islam akan dapat dirasakan oleh rakyat jika semua lembaga dan pengelola mampu untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi umat, dan ini merupakan tanggung jawab besar bagi kita semua untuk peduli, mensosialisasikan dan menerapkan ekonomi islam khsususnya di Perguruan Tinggi dan dimasyarakat pada umumnya, ujar Pof. Saidurrahman

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan Halal bi Halal (HBH) Stakeholders Ekonomi Syariah 1438 H tersebut dihadiri sekitar 500 orang terdiri dari Pengurus Pimpinan Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Komisariat, Regulator Keuangan dan Perbankan Syariah, Asosiasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Direksi Keuangan Syariah serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

HBH sekaligus Closing Ceremony diawali dengan Laporan Panitia oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) IAEI Dra Munifah Syanwani, M.Si. Dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus IAEI periode 2017-2020 serta pengarah penutup dari Prof Bambang Brodjonegoro, Ph.D selaku Ketua Umum IAEI.

Halal bi Halal (HBH) Stakeholders Ekonomi Syariah 1438 H tersebut dihadiri sekitar 500 orang terdiri dari Pengurus Pimpinan Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Komisariat, Regulator Keuangan dan Perbankan Syariah, Asosiasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Direksi Keuangan Syariah serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

HBH sekaligus Closing Ceremony diawali dengan Laporan Panitia oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) IAEI Dra Munifah Syanwani, M.Si. Dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus IAEI periode 2017-2020 serta pengarah penutup dari Prof Bambang Brodjonegoro, Ph.D selaku Ketua Umum IAEI.

“Untuk pertama kalinya Silaknas IAEI sekaligus peluncuran KNKS yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. KNKS dibentuk melalui Peraturan Presiden No. 91 tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah untuk mensinergikan gerak langkah dan perkembangan ekonomi syariah yang meliputi pemerintahan, organisasi keagamaan serta regulator di sektor keuangan. Diharapkan dengan keberadaan KNKS ini akan membuat perkembangan ekonomi keuangan syariah menjadi lebih cepat lagi dan impian agar Indonesia menjadi barometer hub atau pusat internasional ekonomi keuangan syariah dapat terwujud,” papar Bambang dalam sambutannya.