Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-04-13 | Waktu : 16:13:28
MENGAJI INDONESIA

Medan (UINSU). UIN SU akan menyelenggarakan kegiatan Mengasah Jati Diri “MENGAJI Indonesia”, Kita Indonesia , Kita Berbudaya , 11/4/18. Tampil dalam kegiatan ini sebagai host Menag RI Bapak Lukman Hakim Saifuddin, dan  sebagai narasumber Rektor UIN SU Prof. Dr, KH Saidurrahman, M.Ag, Ulama Kharismatik Habib Jidan Bin Novel, dan Cendikiawan Muda Indonesia Yudie Latief, MA.,Ph.D. , Bintang Tamu Indah Nevertari, Wakil Walikota Medan Ir Achyar Nasution dan Prof DR Muhammad Hatta, Ketua Majelis Ulama ( MUI) Kota Medan  serta seluruh para undangan dan civitas akademik sebanyak 7000 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan setelah Sholat Isya berjamaah dan dilanjutkan penyampaian Bapak Yudi Latif Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. " Mengaji" adalah singkatan Mengasah Jati Diri. Kegiatan yang dihadiri ribuan orang ini telah diawali dengan Pembacaan Ayat Ayat Suci Al Qur'an,menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ,kemudian pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Medan.

Pada acara ini juga ditampilkan seni yang berisi nasehat nasehat keagamaan yang disebut " Senandung "yang dibawakan oleh Ikatan Persaudaraan Qori dan Qoriah Sumatera Utara. Acara semacam panel diskusi dimulai dan Lukman Hakim Saifuddin bertindak sebagai pembicara pertama. Para pembicara yang dijadwalkan pada malam ini adalah ,Habib Jidan Bin Novel  Bin Salim,Prof Dr. KH. Saidurrahman dan Yudi Latif.

Menag RI Bapak Lukman Hakim mengawali paparannya dengan melukiskan betapa beragamnya budaya yang dimiliki oleh bangsa ini .Namun dengan keragaman itu tetap mempersatukan kita.Karenanya lah menurut Menteri Agama ,Tag Line yang digunakan untuk acara ini adalah " Kita Indonesia,Kita Berbudaya".

Bapak Lukman Hakim selanjutnya mengemukakan tidak ada di dunia ini sebuah negara yang penduduknya beragama Islam punya ormas Islam yang jumlah anggota nya jutaan.Tidak ada juga Majelis Taklim yang kalau menyelenggarakan acara keagamaan bisa dihadiri oleh ribuan orang.

Menteri Agama seolah olah membuat pertanyaan ,apa rahasia nya Indonesia yang beragam budaya ini dengan kemajemukannya dengan keragaman agama yang dianut masyarakatnya tetapi dalam kehidupan kesehariannya tetap berjalan secara harmonis.
Pertanyaan ini kemudian dilontarkan Lukman Hakim kepada Yudi Latif.

Bapak Yudi Latif memberi penjelasan tentang hal ini yang kesemuanya bertumpu pada kenyataan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang religius .Dengan semangat religius yang berbasis budaya itulah tercipta harmoni di masyarakat. Yudi Latif juga menguraikan hubungan budaya ,agama dengan Pancasila.

Sesudah uraian Yudi Latif ,kemudian Habib Jidan memberi contoh yang sangat bagus berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan Non Muslim. Diriwayatkan ketika belum lama Muhammad SAW bertempat tinggal di Madinah maka suatu ketika Rasul makan di rumah sahabatnya Ayyub Al Anshori.

Seperti tradisi Arab maka makanan itu dihidangkan dalam sebuah tampan ( tempat makanan) besar dan makan juga secara bersama sama. Tiba tiba Rasul meminta agar 7 orang warga Non Muslim ikut makan bersamanya .Habib Jidan menyebut inilah salah satu contoh betapa indahnya toleransi dalam Islam.

Rektor UINSU  Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag menjelaskan peran Civitas Akademika UINSU dalam memelihara kebersamaan dan kesetaraan. www.kompasiana.com. (snj)