Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-06-28 | Waktu : 13:38:17
Kuliah Umum Anti Radikalisme Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) UIN SU dan Kemenag Provsu Bersama Bapak Lukman Hakim Saifuddin (Menag RI)

Medan (UIN SU)

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin memberikan kuliah umum dihadapan  para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari UIN SU Medan dan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, di Gedung  Gelanggang Mahasiswa UIN SU, Jum'at (22/06).

Dalam kegiatan yang bertajuk "Anti Radikalime" ini Menag menegaskan tentang pentingnya moderasi dalam beragama. Menurutnya, agama tidak boleh dibawa dalam pemahaman dan dalam bentuk pengamalan yang ekstrim. 

"Moderasi itu artinya moderat lawan dari ekstrim, kita tidak ingin di Republik ini ada paham apalagi pengamalan agama yang ekstrim atau berlebihan", ujar menag.

Ia menuturkan bahwa semua agama yang ada saat ini dipahami melalui kitab suci karena agama rujukan utamanya adalah kitab suci.

"Beragama itu harus mengakar, iman harus menghujam namun juga tidak ekstrim. Tuhan menurunkan agama tidak ekstrim. Moderasi agama itu esensinya kita  memahami agama tidak terlepas dari teks yang terkandung di dalam kitab suci. Kita juga harus meneladani dan mencontoh orang-orang suci dan meneladani nilai-nilai kebajikan melalui para nabi", tambah Menag.

"Tapi sekarang kita tidak hidup bersama mereka, cara kita memahami orang-orang suci itu juga dari sejarah dan riwayat-riwayat mereka dan itu adalah teks. Dan teks itulah tempat kita memahami esensi ajaran agama namun tidak berlebih-lebihan ", tegas Menag.

Selain itu Menag juga menyampaikan tentang Agama dan Indonesia. "Beragama hakikatnya adalah Indonesia. Dan, berindonesia hakikatnya adalah menjalankan ajaran agama. Berindonesia dan beragama meski bisa dibedakan, tapi tidak bisa dipisahkan", ujar Menag. 

Menag juga mengajak untuk menjaga keragaman dan kemajemukan Indonesia dengan kearifan. " Yang diperlukan adalah kearifan untuk memahami realitas yang dihadapi dan itu hakikatnya adalah kemajemukan. Kita harus pandai memahami. Keragaman cara agar manusia saling bersinergi, bukan saling menafikan", pesannya.

Sebelumnya, Rektor UIN SU Medan Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, UIN SU anti terorisme dan anti radikalisme. Untuk menjaga masuknya paham radikal di kampus, maka UIN SU melakukan berbagai cara antisipasi diantaranya melakukan sosialisasi  dalam bentuk penerbitan buku yang berisi penelitian  tentang bahaya radikalisme. Selain itu, UIN SU juga mempunyai Ma'had Jami'ah atau asrama kampus.

"Sat ini sudah ada 377 kamar ma'had jami'ah di UIN SU. Targetnya tahun 2020 ma'had jami'ah sudah bisa menampung 7 ribu mahasiswa UIN SU. Ma'had juga menjadi kawah candradimuka mahasiswa. Setahun pertama diajarkan tentang doktrin tauhid dan cinta NKRI. Selanjutnya mahasiswa diajarkan untuk menjadi warganegara yang baik sekaligus hamba Tuhan dan khalifah-Nya", jelas Rektor. 

Senada dengan itu, Plt. Kepala kantor wilayah Kemenag Provinsi sumatera Utara Drs. H. T. Darmansyah, MA. menyampaikan bahwa radikalisme pada saat ini sudah sangat urgent dan semakin memprihatinkan. " Kerjasama kita sebagai masyarakat Indonesia sangat diharapkan untuk membentengi negara kita dari paham-paham Radikalisme, yang saat ini sedang mengikis kedaulatan negara kita. Saya rasa kita semua yang hadir adalah orang-orang yang kompeten yang  mampu untuk memberikan pencerahan tentang persatuan kepada masyarakat yang ada dilingkungan kita", kata Plt. Kakanwil.

Darman juga menambahkan bahwa lingkungan keluarga juga sangat penting dalam membentuk masyarakat madani anti radikalisme, juga dapat menjadi tameng tumpulnya paham-paham radikalisme ditengah masyarakat. " Tidak sedikit pada saat ini keluarga yang tidak paham kondisi anggota keluarganya. Pemimpin keluarga tidak memiliki kontrol terhadap keluarganya, tidak sedikit pula keluarga yang tidak mengenal jiran tetangganya, seakan label makhluk sosial telah hilang dalam kehidupan bermasyarakat. Maka seharusnya kita yang ada disini bisa menjadi role model keluarga madani anti radikalisme yang bisa menjadi panutan bagi keluarga lainnya agar terbentuk masyarakat anti radikalisme yang nantinya menjadi tameng terhadap paham-paham radikalisme di tengah-tengah masyarakat", paparnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga melakukan penandatanganan prasasti peresmian pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di Kampus I UIN SU Jalan Williem Iskandar yang dibangun dari skema pembiayaan SBSN. (YS Humas)