Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-08-09 | Waktu : 18:32:15
Pelaksanaan UM MANDIRI UINSU 2018

Medan, (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melaksanakan ujian penerimaan mahasiswa baru jalur Ujian Mandiri 2018. Ujian jalur ini diikuti 4.395 peserta yang akan memperebutkan kuota 2.569 kursi mahasiswa di tahun ajaran baru ini, Selasa (7/8).

Gelaran ujian di dua tempat yaitu Kampus I UINSU Jalan IAIN No. 1 Kecamatan Medan Timur dan Kampus II UINSU Jalan Williem Iskandar Medan pada 7-8 Agustus 2018. Materi ujian kali ini meliputi tes pengetahuan dan kemampuan akademik, wawasan keagamaan dan wawancara.

Rektor UINSU, Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag. melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Amroeni Drajat, MA menjelaskan, seleksi jalur ini merupakan seleksi jalur terakhir dari lima jalur penerimaan mahasiswa yaitu SNMPTN, SPAN-PTKIN, SBMPTN, UM-PTKIN dan UM MANDIRI UIN SU.  

"Dari empat jalur penerimaan sebelumnya, sudah terdaftar sebanyak 4.326 mahasiswa baru di tahun ajaran ini. Terdiri dari SNMPTN 391 orang, SPAN-PTKIN 1.276 orang, SBMPTN 553 orang dan UM-PTKIN sebanyak 2.016 orang. Tinggal jalur ujian mandiri yang nantinya akan disiapkan 2.569 kursi untuk mahasiswa baru, dari 4.395 peserta ujian mandiri ini," jelasnya.

Prof. Amroeni menjelaskan, pada pelaksanaan ujian kali ini disiapkan 352 orang yang bertugas menjadi pengawas ujian tulis, 176 penguji untuk ujian wawancara, juga disiapkan 32 orang sebagai pengawas siaga yang dapat ditugaskan sewaktu-waktu. "Pengumuman hasil seleksi jalur ujian mandiri ini akan disampaikan pada 15 Agustus mendatang," lanjutnya.

Yang menarik dan menjadi tradisi serta identitas di kampus Islam ini yaitu pada ujian wawancara. Dengan materi wawancara meliputi kemampuan dan pengetahuan keagamaan serta tes baca Alquran. "Dalam ujian wawancara termasuk ujian pengetahuan keagamaan, kemudian tes membaca Alquran. Kemudian juga aspek prestasi calon mahasiswa di berbagai bidang dan hapal Alquran," jelasnya.

Diketahui, daya tampung jalur ujian mandiri ini cukup banyak yaitu lebih dari 2.500 kuota. Hal ini dikarenakan jalur ini menyediakan peluang bagi calon mahasiswa untuk mengisi semua jurusan yang ada di UINSU. Berbeda dengan jalur lain misalnya SBMPTN dan UM PTKIN yang hanya menyediakan sejumlah jurusan saja. Kendati demikian, Prof Amroeni menjelaskan, tidak ada perbedaan perlakukan antara mahasiswa dari jalur mandiri dengan jalur lainnya. Baik tentang perkuliahan dan pembiayaan.

"Sikap kita terhadap mahasiswa baru dari jalur mandiri dan mahasiswa baru dari jalur lainnya tetap sama. Baik dari segi perkuliahan dan pembiayaan," pungkasnya.

Wakil Rektor, Prof Amroeni bersama rombongan lalu meninjau pelaksanaan ujian di kampus II UINSU. Ia mendatangi sejumlah ruang pelaksanaan ujian yaitu di Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam dan di aula utama. "Alhamdulillah, dari hasil peninjauan pelaksanaan ujian berjalan dengan aman dan lancar. Melihat dari jumlah peserta, peluang kelulusan yaitu dua banding satu. Dari 4.000-an peserta yang diterima nantinya hanya lebih separuh dari peserta atau 2.569 orang," tukasnya.

Ia menyatakan, peminat UINSU mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya khususnya di jalur ini. "Tahun ini ada peningkatan jumlah peminat UINSU dari tahun sebelumnya. Namun demikian, jumlah mahasiswa baru yang diterima dari semua jalur seperti tahun sebelumnya, yaitu sekitar 6.800 mahasiswa. Kita berharap, dari penyeleksian ini didapat calon mahasiswa yang punya potensi yang bagus," harapnya.

Turut hadir pada peninjauan pelaksanaan ujian yaitu Kepala Biro AUPK (Akademik Umum Perencanaan Keuangan), Dr.H. Tohar Bayoangin, M.Ag, Kepala Biro AAKK (Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama), H Iwan Zulhami, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Fitri Fatimah, MM, Kabag Kerjasama, Kelembagaan dan Humas Drs. Abdullah Saha dan Kasubbag Humas dan Informasi Yunni Salma, MM. (Humas UIN SU)