Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-08-30 | Waktu : 08:35:02
Penandatanganan MoU (memorandum of understanding) bersama BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Medan, (UINSU)

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar penandatanganan MoU (memorandum of understanding) bersama BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan di Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso Medan, Selasa (28/8). 

Rektor UINSU, Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia bisa mewujudkan nota kesepahaman ini untuk memfasilitasi dosen, pegawai dan mahasiswa UIN SU dengan perlindungan BPJS. 

"Tujuannya agar UINSU dengan 2.000-an dosen dan pegawai serta 25.000-an mahasiswa kita, insyaallah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Agenda ini dalam rangka membantu mahasiswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kita agar terlindungi melalui program negara ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini masyarakat khususnya keluarga besar UINSU dinilai perlu memanfaatkan program ini sebagai ciri masyarakat yang cerdas. "Tentu saja sebagai upaya untuk menciptakan masyarkat yang cerdas dan terlindungi dengan program ini. Jadi kalau mahasiswa kita terjadi sesuatu hal, bisa tercover dengan hadirnya program BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan ini," papar Prof. Saidurrahman.

 

Upaya kerja sama ini akan dijalankan secara optimal dalam waktu secepatnya. "Insyaallah dengan MoU ini akan segera kita tindaklanjuti dengan MoA, sehingga dosen, pegawai dan mahasiswa kita lebih terlindungi soal ketenagakerjaan dan kesehatan. Secepatnya, kalau ini 'kan sudah anggaran berjalan, jadi segera kita siapkan untuk penganggaran 2019 dan seterusnya," tukasnya.

Ia menyebutkan, upaya sosialisasi yang dilakukan yaitu dibawa ke rapat-rapat pimpinan dan setiap forum di UIN SU. Yang nantinya diharapkan mampu menyentuh langsung ke individu yang membutuhkan program ini.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Sumut, Budi Pramono menjelaskan, program ini bukan hanya sebagai upaya proteksi tapi juga sebagai ladang ibadah. "Ini diharapkan tidak hanya menjadi MoU di atas kertas saja, tapi bisa diaplikasikan terutama untuk para mahasiswa yang sedang melaksanakan aktivitas pendidikan tinggi seperti magang, KKN dan sebagainya. Kita memang tidak mengharapkan kejadian buruk terjadi, tapi kita perlu bersiap. Melalui program ini kita berharap bisa bersinergi untuk menjalankan program besar pemerintah," paparnya.

Dijelaskan pula, program ini menyentuh mahasiswa khususnya mahasiswa magang dan KKN UINSU sekaligus mahasiswa yang melakukan kerja sambil kuliah, itu yang menjadi sasaran program perlindungan ini. Fokusnya program jaminan kecelakaan kerja dan program jaminan kematian. Untuk program hari tua sifatnya sukarela.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr. Ari Dwi Aryani, M.Km  dalam sambutannya menyampaikan tentang program perlindungan ini menyasar seluruh rakyat Indonesia menjadi peserta BPJS. Ia mengharapkan dengan kesepahaman ini bisa mempercepat upaya itu. Ia menjelaskan pentingnya program ini sehingga peserta bisa mendapatkan akses pelayanan tanpa perlu khawatir dengan urusan finansial.

Diketahui, sejauh ini ada empat perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, yaitu USU, Unpri, UMSU dan UIN SU. Sementara untuk BPJS Ketenagakerjaan, baru UIN SU yang mengadakan kerja sama semacam ini. Diharapkan nantinya, keikutsertaan BPJS dapat dijadikan sebagai syarat bagi calon mahasiswa baru ketika mendaftar di perguruan tinggi.

Kegiatan dimulai dengan tari persembahan di Istana Maimun ini, dan sejumlah tarian yang sarat nilai budaya Melayu lainnya. Para tamu kehormatan juga disematkan tengkulak dan kain songket. Turut hadir para pimpinan UIN SU, para dekan dan wakil dekan dan pejabat-pejabat PJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. (Humas)