Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-08-30 | Waktu : 08:39:04
PBAK UIN SU , Pecahkan Rekor MURI

Medan (UIN SU) 
Sebanyak 7.320 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengikuti PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) di Kampus I UIN SU Jalan IAIN Nomor 1 Medan, Rabu (29/8). Acara itu sekaligus memecahkan  Rekor MURI untuk kategori 17 kali khatam membaca Alquran dalam waktu 18 menit dengan jumlah pembaca terbanyak.

Rektor UINSU, Prof. Dr. KH. Saidurrahman, MAg dalam sambutannya menyampaikan, bagi ribuan mahasiswa yang berhasil masuk UIN SU merupakan orang yang terpilih. Karena itu dituntut untuk punya kecerdasan, intelektualitas, religiusitas dan kelimuan sehingga mampu menjadi generasi pembawa peradaban.

“Camkan, ananda berada di UIN SU berarti adalah orang yang terpilih. UIN SU bukan sembarang universitas. Kita dengan membawa ajaran Islam dipastikan terpilih dan tidak ada yang bisa menyainginya. Islam kita Islam yang rahmatan lil 'alamin. Kita tahu, negara ini merdeka karena darah syuhada dan ulama, maka mahasiswa UIN SU bukan mahasiswa sembarangan,” tegas Prof. Saidurrahman.

Sembari mengucapkan selamat datang kepada ribuan mahasiswa di kampus Islam yang berkomitmen untuk meraih akreditasi A pada 2020 mendatang ini, Rektor menyampaikan dua pesan penting bagi para mahasiswa. “Pesan saya dua, pertama luruskan niat. Niat menuntut ilmu dengan tulus dan ikhlas, maka Allah akan mudahkan jalan. Menuntut ilmu itu tentu banyak cobaan, hambatan dan rintangan serta gangguan. Dengan niat yang benar, maka yakinlah Allah akan datang menolong kita,” ujarnya.

“Saya ingin memastikan, mahasiswa UINSU tidak ada yang DO, harus bisa menyelesaikan studi secara baik dan tepat,” lanjutnya.

Ia menyampaikan, jangan sampai ada kendala mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan kuliah karena urusan dana. Karena UIN SU mempunyai program Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan meyakini dengan program UPZ  UIN SU bisa menghimpun dan mengelola dana zakat, infaq dan sedekah dari civitas dan keluarga besar UIN SU sebagai suatu kekuatan umat yang bisa membantu urusan pembiayaan pendidikan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

“Kedua, menjadi mahasiswa UIN SU berarti harus berubah. Berubah dari segala aspek baik pemikian dan pola tindak. Yang belum baik jadi baik, yang baik jadi lebih baik dan yang sudah lebih baik bisa jadi yang terbaik. Merubah diri jadi pribadi dan karakter yang lebih baik. Untuk meraih peradaban yang maju, unggul, jaya, raya, sejahtera, bahagia. Hari ini, saya melihat wajah-wajah kecermelangan Indonesia, jadilah insan agamis dan nasionalis,” papar Rektor.

Ia menegaskan, bahwa negara ini membutuhkan sarjana-sarjana hingga Profesor yang nantinya bisa membawa peradaban Indonesia lebih baik di masa mendatang. “Mahasiswa UIN SU harus mampu menjadi problem solver. Kita harapkan dengan kerja sama, kerja keras dan sama-sama bekerja, insyaallah ktia bisa bangun peradaban Sumut, Indonesia dan dunia,” tukasnya didampingi para wakil rektor dan pimpinan kampus lainnya.

Setelah itu, rektor menutup bimbingannya dengan melantik 7.320 mahasiswa baru secara resmi menjadi mahasiswa UINSU. Selanjutnya, Kepala Biro AAKK UIN SU, H. Iwan Zulhami, SH, M.AP didampingi Kasubbag Humas dan Informasi, Yunni Salma, MM menyampaikan rangkaian kegiatan, yaitu dimulai dengan upacara nasional penyanyian lagu kebangsaan RI, sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan pemecahan rekor MURI. Kemudian dilanjutkan dengan sejumlah pemaparan materi dari lembaga negara.

Rekor yang dipecahkan, yaitu 17 kali mengkhatamkan Alquran secara serentak oleh ribuan mahasiswa dalam jangka waktu 18 menit. Kombinasi angka yang dipakai merupakan angka peringatan Hari Kemerdekaan RI, yaitu 17 Agustus di 2018.

Perwakilan MURI Triono menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor UIN SU di hadapan 7.320 mahasiswa baru. “Setelah dilakukan pengamatan, penelitian, MURI akhirnya mencatatkan 17 kali mengkhatamkan Alquran yang dilakukan mahasiswa baru di UIN SU ini dengan tercepat dan serentak. Ini sudah tercatat di MURI,” kata Triono.

Pantauan di lapangan, PBAK ini diikuti 7.320 maba dari delapan fakultas, yaitu FITK, FSH, FDK, FUSI, FKM, FEBI, Fakultas Saintek dan FIS. Jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini merupakan jumlah mahasiswa yang terbanyak sepanjang UINSU berdiri.

Kasubbag Humas, Yunni Salma, MM. menjelaskan rangkaian materi yang diberikan kepada mahasiswa baru sebagai penguatan dan wawasan. Meliputi materi keagaman dari MUI Sumut, materi Bela Negara yang dibawakan Staf Ahli Pangdam I/BB Bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Kolonel Inf Riswanto, materi pencegahan narkoba dari BNNP Sumut, materi Pencegahan Budaya Korupsi dari Kejatisu dan materi Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme dari Poldasu.
“Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dunia kemahasiswaan, yaitu orientasi dari setiap UKK/UKM UIN SU seperti Pramuka Racana H Adam Malik Hj Fatmawati, Menwa, LDK, LKSM, Mapasta dan lain sebagainya,” ujarnya. (Humas)