Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-10-08 | Waktu : 20:29:36
Parade 1.000 Hafiz MTQN, Jaga Sumut Bermartabat dengan Ajaran Al Qur'an

Medan (UIN SU) 

Universitas Islam Negeri Sumatera (UIN SU) sebagai bagian panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-27 2018 di Sumut menjadi tuan rumah Parade 1.000 Hafiz sebagai rangkaian kegiatan MTQN  di halaman Kampus I UIN SU Jalan IAIN No. 1 Medan, Kamis (4/10).

Selain parade hafiz ini, acara juga disemarakkan dengan program pencanangan tahfizisasi imam masjid raya seluruh Sumut dan penghargaan muqri' Indonesia di pentas nasional serta peluncuran buku Sebelas Muqri’ Sumatera Utara di Pentas Dunia. Yang menarik yaitu, juga dipamerkan mushaf Alquran kuno yang merupakan tertua di Indonesia yang ditemukan di Sumut. Menggunakan iluminasi khas Melayu pantai Timur yang berisi 51 Surat ditulis dengan model khas naskhi.

Kasubbag Humas dan Informasi UIN SU,  Yunni Salma, MM menyampaikan, pada pelaksanaan MTQN tahun ini digelar di 12 lokasi berbeda di Medan. Dua di antaranya di UIN SU, yaitu cabang Fahmil Alquran di Aula Utama Kampus II UINSU Jalan Willem Iskandar dan cabang Syarhil Alquran di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UIN SU Jalan IAIN Medan.

Koordinator Parade 1.000 Hafiz, Prof. Dr. H Syahrin Harahap, MA dalam sambutannya, acara ini diikuti sekitar 2.000-an orang. Terdiri dari para hafiz, 30 juz, 20 juz, 10 dan 5 juz, juz 30 dan orang-orang yang mencintai para penghapal Alquran. “Kegiatan yang diusulkan para ulama dan hafiz beberapa bulan yang lalu. Kami senantiasa berdoa semoga daerah ini selalu baik dan bermartabat,” ujarnya.

Pada acara ini, 22 hafiz yang akan membacakan 22 surat Alqur'an dengan teknik bacaan yang berbeda dari berbagai negara. Prof Syahrin menyebutkan, komitmen Gubsu pada Islam cukup diakui, kemudian agar mendorong semua imam di masjid besar di Sumut agar imamnya terdiri dari para hafiz agar doa kita diijabah dan tahfizisasi dapat berkembang.

Ia menyebutkan, mushaf Alquran yang ditampilkan merupakan mushaf tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. “Hampir satu abad lebih tua dari mushaf yang pernah ditemukan di Mataram atau didaerah lain,” tandasnya.

Ia menilai, konsep pengembangan dan penerapan tahfizul Alquran harus dijalan di seluruh pelosok daerah di Sumut. “Kembanbisae tahfizul Alquran di semua daerah Sumut. Diminta melalui Gubsu sehingga punya kekuatan di daerah sehingga pelaksanaannya bisa optimal. Doakan MTQN ini berjalan lancar. Indonesia menjadi negara makmur,” paparnya.

Gubsu, Edy Rahmayadi dalam arahannya menyampaikan, rasa senang dan bangga atas para qori dan qoriah serta para hafiz yang mewakili Sumut di ajang ini. Ia meminta, agar talenta ini terus dijaga dan ditularkan dan diturunkan ke generasi selanjutnya. Sehingga nilai-nilai Alquran tetap membumi di Sumut.

“Semangat itu telah diwariskan qori dan qoriah Sumut terdahulu. Yaitu semangat kemenangan, mengharumkan nama daerah hingga di kancah internasional. Ini tandanya kita memiliki martabat dan harga diri sebagai qori dan qoriah dalam membaca kalam ilahi, ini harus dicontoh,” pungkasnya yang mengaku merasa agak nerves karena berbicara di depan para ikhwan sebagai hafiz dan hafizah, qori dan qoriah.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penghargaan kepara lembaga-lembaga tahfidz yang ada di Sumut. Yang ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pimpinan lembaga tahfiz se-Sumut dan penyerahan buku Sebelas Muqri’ Indonesia di Pentas Dunia. Acara ditutup dengan doa bersama. (amad)