Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-10-19 | Waktu : 16:10:21
UINSU Gelar Konferensi Internasional MICASH Kembangkan Sains Berdasarkan Syariah

Medan, (UIN SU) 
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menggelar konferensi internasional Multidisciplinary Internasional Conference on Sharia- Based Applied Scinces and Humanities (MICASH) di Hotel Grand Mercure, Senin (15/10) malam. Kegiatan ini mengusung konsep pengembangan ilmu pengetahuan dan sains yang berlandaskan syariah Islam dan kemanusiaan.

Dengan tema pengembangan konsep syariah berkelanjutan melalui analisis ilmu-ilmu sosial dan humaniora ini diikuti para pimpinan kampus, cendikia dan akademisi  dari Tanah Air dan dari berbagai belahan dunia, yang memuat puluhan makalah dan karya tulis ilmiah yang akan dipapar dan dibahas selama kegiatan berlangsung pada 15-17 Oktober 2018 di Medan.

Rektor UIN SU, Prof.Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan, Konferensi Internasional ini merupakan bagian  pembentukan dan pembangunan peradaban yang bermula dari perguruan tinggi yang merupakan penghimpun ilmu dan sumber-sumber peradaban. Ia mengakui, untuk mengawal itu diperlukan aspek penting lainnya yaitu peranan dan dominasi teknologi informasi yang harus dikuasi untuk mewujudkan peradaban Islam yang paripurna di Sumut, Indonesia hingga dunia.

Tuan Guru Sabban Raja Gukguk yang mempimpin doa dalam pertemuan itu menyampaikan, melalui program ini diharapkan mampu menjadikan UIN SU menjadi kampus yang benar-benar sebagai pusat peradaban dengan ilmu-ilmu agama dan sains. Juga harapkan melahirkan generasi qurani yang akan menjadi awal kebangkitan negara, agama dan peradaban Islam di Indonesia dan dunia.

Bertindak sebagai Keynote Speaker pada acara yang penuh nuansa akademis itu, Prof. Dr. Abdel Salhi dari University of Essex, United Kingdom, Prof Dr Dorien de Tombe, pendiri dan pimpinan International Research Society on Mehodology Societal Amsterdam, Belanda, Guru besar USU Prof. Dr . Herman Mawengkang, lalu Prof. Dr.Tulus, MSi serta Rektor UIN SU. Turut hadir pada acara itu Wagubsu, H. Musa Rajekshah dan Ketua Dewan Penyantun UIN SU Haji Anif. 

Gubsu dalam sambutannya yang disampaikan Wagubsu menyampaikan, forum internasional ini dapat memberi manfaat yang hasil penelitian dari para akademis bisa menjadi pentunjuk praktis yang dapat di implementasikan dalam berbagai bidang di dunia nyata untuk dapat menyelesaikan masalah aktual tentang berbagai problema kebangsaan terutama yang menyangkut keumatan. Ia juga optimis dengan bisnis dengan sistem syariah yang diyakini dapat menjadi solusi ekonomi umat.

“Secara internasional bisnis syariah sedang  semangat- semangatnya untuk dikembangkan. Saya berharap dukungan dari  para akademisi dan masyarakat  agar di masa kepemimpinan pak Edy  dan saya bisa sama sama mengambangkan ekonomi syariah,” tuturnya.

Keantusiasannya ingin mendorong pengembangan sistem ekonomi syariah yang merupakan pilar utama kehidupan masyarakat. Untuk itu, ia menilai perlu bantuan semua pihak khususnya bagi para akademisi dan praktisi ekonomi Islam dalam upaya pengambangan perbankan syariah di Sumut. Sesuai dengan program ini yang membahas karya ilmiah dari berbagai negara yang berkaitan dengan penerapan syariah dalam dunia sains dan aspek kehidupan manusia lainnya.

Dalam kesempatan itu, UINSU juga memberikan penghargaan kepada Haji Anif  sebagai tokoh peduli pendidikan di Sumut. Mengingat ia telah banyak memberikan sumbangsih dalam memajukan pendidikan di Sumut secara materil dan nonmateril. Misalnya pembangunan gedung kuliah di sejumlah kampus di Sumut seperti UIN SU, Unimed dan USU dan lain sebagainya. Juga pemberikan penghargaan kepada Harian Waspada Medan sebagai media peduli pendidikan yang diterima oleh Dr. Hj. Rayati Syafrin,  MBA,  MSi.  

Ketua panitia Dr.  Rina Filia Sari yang juga sebagai Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi UIN SU menyampaikan, kegiatan ini melibatkan banyak peserta dari kalangan akademisi dan praktisi yang menyiapkan karya tulis ilmiah yang dipaparkan pada kegiatan selama beberapa hari ini. Pembukaan konferensi dan seminar internasional ini dilanjutkan dengan welcoming dinner dan ramah tamah antar peserta dan narasumber. (humas)