Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-10-19 | Waktu : 16:12:12
The 3rd ICON-UCE 2018 (International Conference On University-Community Engagement)

Medan, 12 Oktober 2018

Kementerian Agama Republik Indonesia Menyelenggarakan The 3rd ICON-UCE 2018 (International Conference On University-Community Engagement). Acara ini diselenggarakan pada tanggal 8 s.d. 10 Oktober 2018 di Kota Malang, dibuka oleh Menteri Agama. Seluruh rektor PTKAIN se Indonesia menghadiri acara tersebut. Termasuk UIN Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu juga ada acara MENGAJI Indonesia yang sebagai moderatornya langsung Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Syaifuddin. ICON-UCE 2018 mengambil tema “Form Research to Advocacy: Building Synergy Between University and Community for Social Justice”. Tema ini berangkat dari sebuah kesadaran yang mendalam bahwa salah satu tujuan penting dari Pendidikan tinggi adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui aktivitas pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya peneliti yang bermanfaat. Karena itu, tempat terakhir dan termulia dari seluruh kegiatan riset yang dilakukan masyarakat akademik semestinya bukanlah rak-rak perpustakaan, melainkan kebermanfaatannya untuk keadilan soisal (social justice) dan kebaikan Bersama (kemaslahatan).

Tujuan utama ICON-UCE 2018 adalah memberi ruang kepada perguruan tinggi dan berbagai stake holders lain untuk merumuskan konsep, berbagi pengalaman, berjejaring, dan menjalin kerja sama dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui serangkaian plenary sessions dan panel sessions, ICON-UCE 2018 menghasilkan butir-butir pemikiran sebagai berikut:

1.Perguruan tinggi, terlebih Perguruan Tinggi  Keagamaan Islam, memiliki tanggung jawab sosial (Social responsibility) yang tidak terpisahkan dari misi profetik keislaman.

2.Pengabdian kepada masyarakat adalah sebuah kerja kemanusiaan yang bernilai ilahiah karena berangkat dari konsep teologi, yaitu teologi yang meletakkan agama sebagai panggilan untuk membebaskan manusia dari kondisi lemah dan ketertindasan menuju masyarakat yang kuat dan berdaya.

3.Di berbagai pelosok ditemukan manusia-manusia terpinggirkan dan tertindas yang tidak memiliki akses terhadap pengetahuan dan tersingkir dari pembangunan.

4.Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh komunitas akademik hendaknya berangkat dari problem riil masyarakat, bukan menjadi istilah ‘pengabdian kepada masyarakat’ sebagai topeng manis bagi aktivitas-aktivitas elit dengan tetap menempatkan masyarakat sebagai objek pasif dan labratorium.

5.Kolaborasi multipihak adalah salah satu strategi penting dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyaraka, baik dilakukan oleh dosen, mahasiswa, maupun diinisasi oleh perguruan tinggi.

6.Kolaborasi universitas dengan masyarakat pada dasarnya hubungan timbal balik yang setara. Bukan hanya masyarakat belajar dari universitas, namun civitas akademika universitas juga harus belajar dari masyarakat

 ICON-UCE 2018 dalah pertemuan para Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PTAIN se-Indonesia. Kegiatan ini membicarakan issu-issu berkembang tentang model pengabdian kepada masyarakat. ICON-UCE 2018 merekomendasikan:

1.Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika perlu dilakukan secara kreatif dan inovatif dengan tetap berorientasi pada tramsformasi social yang berkeadilan dan bermartabat.

2.Pengabdian kepada masyarakat bukan kegiatan percobaan yang menjadikan masyarakat sebagai ‘kelinci percobaan’. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat harus ditempatkan dalam grand design tanggung jawab sosial perguruan tinggi yang berkelanjutan dan simultan, dengan perencanaan yang matang dan anggaran yang memadai.

3.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dimulai dari sesuatu yang kecil dan dari bawah, yang digeluti masyarakat sehari-hari.

4.Perguruan tinggi perlu memprioritaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada “kampung lingkar kampus.” Yakni, masyarakat yang hidup sekitar kampus.

Kegiatan tersebut juga menampilkan Expo Pengabdian Masyarakat PTAIN se-Indonesia. “UIN Sumatera Utara perdana ikut andil dalam expo tersebut, UIN Sumatera Utara dapat menampilkan hasil-hasil pengabdian para Dosen dan Mahasiswa UIN Sumatera Utara,” Imbuh Dahlia Lubis sebagai Ketua Pengabdian Kepada Masyakat UIN Sumatera Utara Medan.

ICON-UCE 2018 juga mengundang para dosen yang mengirimkan penelitian pengabdian masyarakat, mereka mempresentasikan hasil penelitian Participatory Action Research (PAR) tentang “Pengelolaan Masjid Ramah Anak di Desa Simalingkar”. Penelitian PAR ini terpilih hasil seleksi dari Panitia Diktis Kemenag Pusat. Pada kesempatan ini, UIN Sumatera Utara mengutus tiga Dosen sebagai peneliti yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. yaitu, Dahlia Lubis, Neliwati, dan Fatimah Zuhroh.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag sangat mendukung kegiatan ICON-UCE 2018 tersebut. UIN Sumatera Utara siap menjadi tuan rumah ICON-UCE yang ke empat tahun 2020 di Kota Medan