Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-11-26 | Waktu : 17:36:05
(UIN SU) Gelar Pertemuan Asian Islamic University Assosiation (AIUA) ke-9

Medan, (Humas UIN SU) 
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menggelar pertemuan Asian Islamic University Assosiation (AIUA) ke-9 di Hotel LG Jalan Perintis Kemerdekaan pada 22-26 November 2018 ratusan peserta perwakilan perguruan tinggi Islam di Asia.

Bertemakan Implementasi Rencana Strategis AIUA, program ini bertujuan menguatkan dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di Asia dengan berbagai aspek,  seperti penerapan sistem pendidikan dan kurikulum terpadu, kerja sama dengan berbagai kampus internasional hingga publikasi jurnal ilmiah bertaraf internasional.

Rektor UIN SU, Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag. melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan  UIN SU, Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd. menyampaikan, selamat datang di Medan kepada seluruh peserta dalam mengikuti rangkaian program yang digelar kali ini. Berangkat dari kesempatan ini pula, diharapkan mampu membentuk dan menghasilkan perguruan tinggi Islam yang berkualitas internasional atau world class university.

Upaya disiapkan untuk menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0 di era digital saat ini. Dalam aspek kualitas lulusan, kompetensi dan sarana prasarana pendidikan. "Membutuhkan pengalaman dari berbagai aspek pendidikan dan sistem akademis kampus yang juga tetap berorientasi dengan Tri Darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di era revolusi industri 4.0," tandasnya.

Ia menyatakan, saat ini, institusi pendidikan di Asia umumnya menghadapi tantangan baru yang kompleks, ditambah tuntutan untuk membentuk internasionalisasi kampus. Untuk itu diperlukan komitmen dengan wahana yang tepat dalam pembangunan kinerja dan kualitas. "Kita perlu komitmen untuk mewujudkan itu, salah satunya melalui member AIUA di seluruh negara Asia. Diharapkan keseriusan dan komitmen seluruh peserta dalam melaksanakan agenda ini," ujarnya.

Perwakilan Sekretaris Jenderal AIUA, Prof. Dr. Nordin Kardi dalam sambutannya menyampaikan, pertemuan ini merupakan langkah lebih lanjut untuk menerapkan rencana-rencana strategis dalam pendidikan tinggi Islam. Diharapkan melalui lembaga ini bisa berperan dan berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan Islam khususnya bagi para anggota AIUA.

"Kita berdikusi membahas suatu dokuman yang dijadikan sebagai pedoman (guideliness), kemudian diselesaikan dan dipublikasikan  dalam implementasi di sistem pendidikan Islam. Hingga berkat kerja keras bersama instrumen atau bahan implementasi bisa diterapkan optimal," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi UIN SU sebagai penyelenggara program ini dengan melibatkan jumlah peserta cukup banyak dari berbagai fakultas dan universitas Islam di Asia. Sehingga diharapkan perkembangan peradaban Islam dalam pendidikan tinggi dapat diwujudkan bersama.

Presiden AIUA, Prof. Dr. KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D menyampaikan, membawa semangat membangun pendidikan kita harus bergerak maju ke depan, dari tahapan rancangan ke tahap implementasi atau penerapan. "Hal yang sulit dalam menjalankan suatu gagasan adalah menerapkan gagasan  dan pikiran itu ke dalam suatu program nyata dalam pendidikan Islam. Untungnya, melalui pertemuan-pertemuan sebelumnya, gagasan yang dihadirkan dalam organisasi ini terus berkembang hingga sekarang," pungkasnya.

Ia menilai, pertemuan yang banyak dihadiri perwakilan fakultas dan kampus Islam di Asia ini memudahkan proses terjadinya berbagai MoU (kesepahaman kerja sama) antara satu kampus dengan kampus lainnya di Asia. Dalam sambutannya, ia juga memaparkan pentingnya budaya publikasi jurnal ilamiah di  lembaga jurnal tingkat internasional.

"Salah satu program di lembaga ini yaitu mensetabilkan publikasi jurnal ilmiah internasional. Hingga saat ini, setidaknya kita sudah mempunyai empat jurnal penelitian ilmiah bidang filosofi Islam dan sufisme, jurnal pendidikan Islam, keuangan dan bisnis Islam hingga hukum Islam," pungkasnya.

Berbagai pemaparannya di atas, diyakini dapat meningkatkan akreditasi lembaga kampus, performa dan lainnya. Melalui MoU yang harus diimplementasikan untuk memperkuat institusi. Terkait dengan publikasi jurnal, ia menilai, muslim di Indonesia mempunyai daya kuat untuk mengingat, namun sedikit yang dituangkan atau disalurkan dalam suatu penulisan yang sesuai dengan standart internasional misalnya menulis karya ilmiah dengan berbahasa Inggris. Diketahui, hal itu merupakan aspek penting untuk melanjutkan strata pendidikan di studi doktoral atau profesor.

Sejak berdiri pada April 2015 silam, AIUA telah banyak mengalami program dan peningkatan, khususnya perguruan tinggi Islam dalam hal membangun peradaban dengan lulusan dan insan intelektual yang relevan di era saat ini. Program ini dilanjutkan dengan berbagai diskusi panel, diskusi kelompok hingga penyusunan rancangan kerja sama antar kampus Islam di Asia. (humas)