Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-11-26 | Waktu : 17:47:13
DWP UIN Sumatera Utara Gelar Parenting Pendidikan Anti Korupsi bagi ASN Kementerian Agama

Medan (UIN SU)

Dharma Wanita Persatuan UIN Sumatera Utara gelar Parenting Pendidikan Anti Korupsi bagi ASN  Kementerian Agama yang dilaksanakan di Hotel Garuda Plaza, jum'at (23/11) dengan Narasumber Merri Hafni S.Psi.,M.Si., dan Arrundina Puspita Dewi,M.Psi.

Kegiatan ini diikuti 100 orang peserta, selain dari   DWP UINSU  dan ASN Perempuan Kementerian Agama juga turut hadir bersama para Ketua Darma Wanita PTKIN Kementerian Agama RI yaitu Ketua DWP UIN Banjarmasin Mariani Mujiburrahman, Ketua DWP UIN Pontianak Vina Lusiana, dan Ketua DWP UIN Kendari Nurhalim , Ketua DWP IAIN  Serang Banten Fatimah   dan perwakilan dari Ketua DWP IAIN Padang Sidempuan Dr. Fauziah Nasution

Wakil Rektor Bidang Akademik Kerjasama dan Kemahasiswaan  Bapak  Prof. Dr. Amroeni, M.Ag  memberikan kata sambutan dan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya Prof . Amroeni  sangat mendukung kegiatan ini juga mengharapkan dengan adanya kegiatan ini para pasangan atau istri diharapkan dapat mengingatkan pasangannya untuk selalu menghindari korupsi.

Dr. Chuzaimah Batubara, MA selaku Ketua Panitia kegiatan ini dalam laporannya menyampaikan ingin mewujudkan keluarga dan lingkungan kerja serta pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, maka kiranya dipandang penting untuk memberikan pengenalan dan pemahaman tentang pencegahan dan bahaya Korupsi bagi ASN Perempuan dan  DWP Kementerian Agama. Hal ini dikarenakan keluarga sebagai wadah pendidikan pertama dan utama bagi setiap individu, untuk itu perempuan tentunya memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pendidikan korupsi tersebut. Dalam hal ini tentunya seorang ibulah yang akan menjadi tonggak awal untuk pengenalan bahaya korupsi bagi anak.

"Selain itu perempuan juga bisa menjadi fasilitator pendidikan anti korupsi dilingkungan sekitarnya baik itu dilingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja, lingkungan organisasi misalnya lembaga pengajian dan juga lingkungan sosialnya. Singkatnya perempuan dipandang sebagai sosok penting untuk menghidupkan mental dan jiwa anti korupsi, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan Negara. ," tutur Ketua DWP UINSU Dr. Chuzaimah Batubara, MA.(MS Humas)