Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-01-29 | Waktu : 09:02:59
UIN SU IKUTI PELUNCURAN SPAN UM PTKIN 2019 PEMINAT PERGURUAN TINGGI ISLAM TERUS MENINGKAT

Medan, (UIN SU) 

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) mengikuti peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN- UM PTKIN) 2019 di Jakarta. Peluncuran ini sebagai tanda dimulainya mekanisme penyeleksian calon mahasiswa berprestasi di perguruan tinggi Islam yang disinyalir semakin tinggi peminat tiap tahunnya.

Kepala Humas dan Informasi UIN SU, Yunni Salma, MM, Rabu (23/01) menyampaikan, program ini diikuti para pimpinan dan perwakilan seluruh PTKIN se Indonesia. Termasuk UIN SU turut serta dalam kegiatan ini. Turut ikut Rektor UIN SU Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Syafaruddin, MA, pejabat Humas UIN SU, pejabat TIK Muammar Nasution, ST bersama sejumlah staf. "Kegiatan ini digelar tiga hari, pada 22-24 Januari 2019 di Hotel Borobudur Jakarta," katanya.

Menteri Agama RI, Lukmanul Hakim Saifuddin menyampaikan, apresiasi dan terima kasih semua pihak atas partisipasi menyukseskan SPAN-UM PTKIN. "Kita bersyukur peminat SPAN-UM PTKIN setiap tahunnya terus meningkat," ujarnya.

Ia menyampaikan sejumlah arahan terkait dengan perkembangan program yang merekrut calon mahasiswa sebagai generasi bangsa di perguruan tinggi Islam negeri seluruh Indonesia. "Kita bentuk tim yang melakukan kajian dari proses yang akan dan telah dilakukan. Kaji data-datanya. Kenaikan angka pendaftar harus diimbangi rasio jumlah madrasah-madrasah dan sekolah umum serta jumlah lulusan dan seterusnya. Sehingga kita miliki angka yang akurat. Hingga dapat disimpulkan animo ketertarikan bagi peminat yang mendaftar di PTKIN," jelas menteri.

Menurut data yang dipaparkan, trend peminat SPAN-UM PTKIN mengalami kenaikan signifikan sejak 2015 dengan 101.787 pendaftar, lalu pada 2016 dengan 129.327 pendaftar, 2017 dengan 157.039 pendaftar dan pada 2018 lalu terjadi peningkatan hingga 218.440 pendaftar. Dari beberapa tahun ini, disimpulkan peminat PTKIN melalui jalur ini terus mengalami peningkatan dan diprediksi akan terus meningkat pada tahun berikutnya.

Ia menjelaskan, penekanan yang dijadikan sebagai tugas tim tersebut tidak hanya mengumpulkan data, tapi menyempurnakan data tersebut tapi juga menemukan kesimpulan yang akurat dan menyiapkan strategi. "Sehingga kita dapat terus menemukan kiat-kiat menarik minat mendaftar masuk PTKIN. Inilah data dan strategi yang penting dijadikan pertimbangan dalam pengembangan PTKIN di masa mendatang," tandasnya.

Ia juga menilai, pentingnya menelusuri program studi dan jurusan pilihan yang diminati hingga bisa disediakan. Ia memaparkan, saat ini, studi keagamaan semakin memiliki urgensi yang tinggi dan harus diminati. Untuk itu, persoalan bangsa dan isu hangat saat ini yang sering mengaitkan soal agama perlu diantisipasi dengan hadirnya pendidikan tinggi Islam dengan muatan keagamaan yang benar dan menyejukkan. Seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Kita adalah pihak yang paling otoritatif dan memiliki kompetensi serta bertanggungjawab menjelaskan Islam yang rahmatan lil alamin. Disinilah letak urgensi prodi-prodi keagamaan itu di tengah kehidupan  berbangsa dan bernegara. Saya ingin menyegarkan kesadaran kita bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang besar. Harus menjadi pijakan, dasar dan arah tujuan kemana kita hendak melangkah," lanjutnya.

Ia mengarahkan, soal pembentukan lembaga atau institusi permanen yang bertugas sebagai pelaksana tes masuk perguruan tinggi Islam dengan konsepsi rumusan yang matang. Meliputi soal teknis, kerja strategis dan jangka panjang.

"PTKIN harus melakukan refleksi, instrospeksi dan evaluasi diriserta harus proaktif jemput bola melihat dan menjaring calon mahasiswa yang potensial, berkemampuan di bidang akademik dan non-akademik. Jika inputnya baik, maka outputnya juga akan  baik. Jangan cepat-cepat mengharapkan pihak lain untuk membantu mendongkrak jumlah pendaftar," pesannya.

Kegiatan itu juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada Universitas Islam Negeri, Institut Agama Islam Negeri dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri seluruh Indonesia yang mempunyai prestasi dalam presentase peningkatan jumlah pendaftar tertinggi 2018.

Setelah diluncurkan, untuk SPAN PTKIN tahap selanjutnya yaitu pengisian dan verifikasi PDSS serta pendaftaran hingga 28 Februari 2019. Lalu tahapan proses seleksi  untuk tahap I dan II pada 8 hingga 22 Maret 2019 dan pengumuman pada 1 April mendatang. Tahapan daftar ulang bagi peserta lulus pada 6-10 Mei. Sedangkan untuk UM-PTKIN, pendaftaran ujian tulis pada 2-30 April 2019 dan pelaksanaannya pada 28 Mei mendatang. Pengumuman kelulusan jalur ini pada 1 Juli 2019 mekanisme selanjutkan di perguruan tinggi masing-masing. (YS humas)