Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-05-12 | Waktu : 10:21:08
FUSI UIN SU GELAR SEMINAR INTERNASIONAL PERDAMAIAN SESUAI DENGAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW

Medan, (UIN SU)
Dalam kajian Islam, perdamaian merupakan nilai universal Islam yang relevan di seluruh bagian dunia. Perdamaian dapat ditempuh dengan banyak cara. Di Indonesia, Pancasila merupakan perwujudan dan bentuk perdamaian yang menyatukan beragam perbedaan. Perbedaan adalah wahana untuk saling kenal mengenal bukan untuk bermusuhan.

Demikian disimpulkan dari penjelasan Wakil Rektor Universitas Bilad Asy-Syams Damaskus, Prof Dr Abdussalam, MA saat menjadi narasumber dalam seminar internasional perdamaian dengan tema merajut ukhuwah dan rekonstruksi tamaddun Islam dalam mewujudkan perdamaian dunia di Aula Gedung Haji Anif Kampus I UIN-SU Jalan IAIN Nomor 1 Kecamatan Medan Timur, Senin (29/4). Seminar internasional ini digelar Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN SU diikuti sekitar 400 mahasiswa dari seluruh prodi serta civitas kampus dari fakultas tersebut.

Prof Abdussalam menjelaskan, gagasan dan implementasi perdamaian mempunyai porsi besar dalam kajian ini. Karena perdamaian merupakan salah satu nilai universal dalam ajaran Islam. Ia menjelaskan format dan konsep perdamaian yang telah diterapkan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Dalam menyatukan bangsa-bangsa dan suku-suku di tanah Arab, Nabi Muhammad dengan ajaran Alquran menempatkan banyaknya perbedaan termasuk dalam aspek bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah sarana untuk saling kenal mengenal dan bukan alasan untuk saling bermusuhan atau hal buruk lainnya.

Terkait hal tersebut, ia mengkomparasikan terapan konsep perdamaian di Indonesia dengan ideologi Pancasila. Ia menilai,  Indonesia adalah bangsa besar yang luar biasa dengan Pancasila sebagai berkah pemersatu bangsa. Diketahui, Indonesia dengan ratusan suku bangsa dapat disatukan dengan Pancasila sebagai perjanjian dan kesepakatan suci dalam landasan bernegara. Ia menjelaskan, di dalam Pancasila, mengandung nilai dan ruh dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Seperti halnya ajaran yang dibawa Nabi Muhammad yang berhasil menyatukan bangsa-bangsa Arab dari berbagai suku sehingga merasa aman dan damai.

Terkait itu, ia mengapresiasi bangsa Indonesia yang bisa merumuskan Pancasila sebagai landasan bernegara yang dinilai mampu menghadirkan kehangatan dalam menjalankan kehidupan di Indonesia. Seraya berpesan agar bangsa Indonesia tetap menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai aset berharga berikut implementasinya.

Rektor UIN SU, Prof Dr Saidurrahman, MAg melalui Dekan FUSI, Prof Dr Katimin, MAg dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang luar biasa ini menghadirkan narasumber sekaligus akademisi dari kampus Islam di Damaskus. Terkait tema perdamaian diharapkan mampu diterapkan dan dijaga di bumi Indonesia. Ia pula menjelaskan, usai Pilpres 2019 agar masyarakat khususnya mahasiswa tidak terpancing hal negatif. “Selesai Pilres ini yang masih hangat, kita jangan terpancing dari informasi yang bohong atau hoaks. Kita harus ikut menjaga perdamaian di masyarakat,” jelasnya.

Panitia seminar, sekaligus dosen FUSI UIN-SU, Muhammad Nuh Siregar, MA menyampaikan, tujuan seminar ini agar dapat membuka wawasan mahasiswa terkait dengan tanggung jawab peradaban untuk menciptakan perdamaian di dunia. Ia menilai, saat ini nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang menjadi modal perdamaian di masyarakat mulai tergerus disebabkan banyak faktor. Untuk itu, melalui seminar ini bisa menguatkan kembali rasa dan semangat persatuan untuk menciptakan perdamaian.

“Kita berharap, UIN SU dapat menjadi barometer dalam menciptakan perdamaian di Indonesia. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perdamaian mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan hingga perdamaian di Indonesia," ujarnya. (humas)