Home -> Kolom Rektor

Kolom Rektor

Tanggal : 2017-10-09 | Waktu : 15:33:50

Perubahan (change) merupakan keniscayaan. Negara atau institusi yang tanggap dengan perubahan dipastikan akan maju dan sukses.  Lihat saja Jepang yang pernah terpuruk akibat kalah perang. Pada tahun 1945, negara ini porak poranda dan harus menanggung  malu karena kalah perang. Namun, hanya dalam waktu singkat, Jepang menjadi negara kuat dan disegani dunia. Penyebabnya adalah adanya perubahan mindset dan mental warganya dalam menghadapi perubahan.

Ternyata bukan hanya Jepang. Korea Selatan justru menunjukkan prestasi lebih gemilang. Negeri ini justru mempersiapkan berbagai hal untuk mengalahkan Jepang terutama di bidang teknologi. Dunia menyaksikan, bagaimana Korea Selatan yang di tahun 1960-an lalu negara miskin,  terbelakang, sangat tradisional dan didominasi kegiatan pertanian subsisten, namun dalam kurun waktu 3 hingga 4 dekade kemudian berubah dengan sangat cepat menjadi raksasa Asia baru dengan berbagai macam produk teknologi canggihnya di pasar global.

Dalam konteks UINSU, maka kesiapan menghadapi perubahan ini harus dimiliki semua civitas. Tanpa mindset dan tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik, maka dipastikan kita akan selalu kalah dan tertinggal.
Untuk berubah kita memerlukan kecepatan (speed) dalam mengejar  target dan tujuan. Sudah saatnya kita meninggalkan pepatah "Biar Lambat Asal Selamat" dan menggantinya dengan "Biar Cepat Asal Juara dan Selamat".

Saya meyakini, bahwa komunitas UINSU Medan memiliki kesiapan menghadapi segala perubahan. Di hadapan kita berbagai tantangan jelas di depan mata. Misalnya, UINSU dihadapkan pada era MEA yang mengharuskan kita bersaing ketat di tingkat ASEAN. Kita juga harus berubah menyikapi berbagai perubahan peraturan dan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia yang semakin ketat.

Di sinilah kecepatan menjadi hal penting kembali.  Ini harus diterjemahkan dengan kesiapan untuk keluar dari zona aman (comfort zone) yang biasanya menghinggapi banyak institusi yang telah berdiri lama. Adanya perubahan dan tuntutan kecepatan mungkin pada awalnya tidak menggenakkan. Kita akan menghadapi tekanan yang kuat dan mungkin stress yang akan terjadi, namun dalam jangka panjang kondisi ini akan membuahkan hasil yang manis. Oleh karena itu, kita harus menyikapinya dengan baik dan hati yang lapang.

Idealnya, semua hal yang baik dan pernah dilakukan para pendahulu di UINSU ini harus tetap dipertahankan kemudian dikembangkan dan segala inovasi serta terobosan baru harus terus dimunculkan. Saya mengutip sebuah kaidah yang cukup terkenal "Al-Muhafazah 'alal qadim as-shalih, wal akhzu biljadid al-aslah" (Menjaga tradisi baru dari masa lalu dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik".  Semoga visi UINSU yaitu mewujudkan Islamic Learning Society (Masyarakat Pembelajar yang Islami) segera terwujud dan didukung semua pihak.