Mapasta UIN Sumut Bantu Tangani Bencana Banjir Besar Medan

Mapasta UIN Sumut Bantu Tangani Bencana Banjir Besar Medan

Medan, (UIN Sumut)
Mahasiswa Pecinta Alam Semesta (Mapasta) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) turun tangan membantu penanganan bencana banjir besar yang melanda Kota Medan dan sekitarnya. Berbagai giat kemanusiaan diberikan mulai dari pencarian dan evakuasi korban hingga penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana banjir.

Humas Mapasta, Arigandhi Bugaragayo menyampaikan serangkaian giat kemanusiaan yang ia dan timnya laksanakan bersama otoritas lain seperti Basarnas, BPBD, TNI, sejumlah komunitas relawan dan kelompok mahasiswa pecinta alam (Mapala) di Sumut. “Ini adalah misi kemanusiaan, setelah sampai kabar banjir, kami turut turun ke lapangan mencari korban yang hilang dan ikut mengevakuasi korban banjir,” urainya di Sekretariat Mapasta Jalan Williem Iskandar Medan, Sabtu (12/12).

Mapasta UIN Sumut yang diketuai Kuson Kudadiri ini juga mendirikan posko di lokasi peduli banjir dan sampai saat ini pihaknya masih menggelar berbagai aksi kemanusiaan di antaranya penggalangan dana. “Dana terkumpul nantinya kami serahkan ke posko utama di Kompleks Flamboyan Kelurahan Tanjungselamat Medan dan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.

Pada hari-hari bencana tersebut, kelompok mahasiswa pecinta alam ini juga menurunkan dua unit perahu karet untuk pencarian korban saat itu yang hilang terseret arus banjir yang cukup besar akibat luapan sungai dan kiriman air dari kawasan pegunungan. “Selain itu, setelah banjir mulai surut, kami juga turut membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Tak lupa sebagai mahasiswa, kami memberikan penguatan mental kepada anak-anak yang menjadi korban bencana banjir,” terangnya.

Sejauh ini, tim relawan Mapasta menghimpun berbagai bantuan seperti sembako, pakaian layak pakai, pakaian bayi dan anak-anak serta obat-obatan. “Gerakan ini sesuai ikrar Mapasta UIN Sumut yaitu siap sedia menolong sesama manusia dan melestarikan lingkungan. Juga masuk dalam kode etik pecinta alam Indonesia yaitu berusaha saling membantu menghargai dalam pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air. Ini juga bentuk Tridharma perguruan tinggi, selain itu sebagai mahasiswa muslim ini kewajiban untuk menjalin hubungan dan membantu sesama manusia,” tandasnya.

Dalam laporannya, situasi banjir saat ini membaik, air sudah surut dan kembali normal. Namun untuk masyarakat yang rumahnya rusak bahkan hancur karena terjangan banjir masih mengungsi di posko yang disiapkan otoritas. Dari bencana ini, sebagai insan akademis, Mapasta UIN Sumut menyampaikan pelajaran dan hikmah dari peristiwa bencana.

Diharapkan seluruh elemen masyarakat khususnya kepada penguasa dan pengusaha agar bersama menjaga lingkungan dan merawat keseimbangan alam. “Tidak lagi menebangi hutan yang menjadi pemicu bencana. Kita semua harus menjaga hutan dan lingkungan agar terhindar dari bencana. Gagasan ini sesuai sajak ‘apabila pohon terakhir ditebang, sungai terakhir kering dan ikan terakhir ditangkap, maka manusia baru menyadari bahwa uang tak bisa dimakan,” pungkasnya.