{"id":41081,"date":"2026-08-11T09:47:06","date_gmt":"2026-08-11T02:47:06","guid":{"rendered":"https:\/\/uinsu.ac.id\/?p=41081"},"modified":"2026-08-11T09:47:10","modified_gmt":"2026-08-11T02:47:10","slug":"dekan-kaprodi-dan-dosen-uin-suska-riau-kunjungi-upz-uin-sumatera-utara-medan-bahas-integrasi-zakat-dalam-tri-dharma-dan-green-zakat-untuk-mendukung-sdgs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dekan-kaprodi-dan-dosen-uin-suska-riau-kunjungi-upz-uin-sumatera-utara-medan-bahas-integrasi-zakat-dalam-tri-dharma-dan-green-zakat-untuk-mendukung-sdgs\/","title":{"rendered":"Dekan, Kaprodi, dan Dosen UIN Suska Riau Kunjungi UPZ UIN Sumatera Utara Medan, Bahas Integrasi Zakat dalam Tri Dharma dan Green Zakat untuk Mendukung SDGs"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Medan (UINSU)<br>Senin, 10 Agustus 2026, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan menerima kunjungan akademik dari jajaran Dekan, Ketua Program Studi, dan dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pengelola UPZ UIN Sumatera Utara Medan sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi kelembagaan sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam pengembangan ekosistem zakat di lingkungan perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan konstruktif. Berbagai isu strategis dibahas, khususnya mengenai bagaimana zakat tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen ibadah, filantropi, dan pemberdayaan sosial-ekonomi, tetapi juga dapat diintegrasikan secara lebih sistematis ke dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu gagasan penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan konsep Green Zakat, yaitu perspektif pendayagunaan zakat yang diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik, tetapi juga membangun kepedulian dan keberlanjutan lingkungan. Konsep ini membuka ruang bagi pengembangan program zakat yang mengintegrasikan dimensi sosial, ekonomi, spiritual, dan ekologis dalam satu ekosistem kebermanfaatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perspektif Green Zakat, program pemberdayaan mustahik dapat dikembangkan melalui kegiatan yang sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan, seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemilahan dan pengolahan sampah, penghijauan, penanaman pohon, pengembangan urban farming, kebun produktif, pemanfaatan lahan kampus, pengembangan produk ramah lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis ekonomi sirkular.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan sampah, misalnya, dapat dikembangkan bukan hanya sebagai agenda kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi. Sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat dipilah, dikumpulkan, diolah, dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, masyarakat, dan kelompok mustahik. Dengan demikian, program lingkungan dapat sekaligus menjadi ruang edukasi, inovasi, kewirausahaan, dan penciptaan sumber pendapatan baru.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-3-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-41083\" srcset=\"https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-3-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-3-300x225.jpeg 300w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-3-768x576.jpeg 768w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-3-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-3-2048x1536.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian pula dengan program penghijauan. Pendayagunaan zakat dan dana sosial keagamaan dapat diarahkan untuk mendukung gerakan penanaman pohon, penghijauan lingkungan kampus dan masyarakat, pengembangan kebun produktif, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Program tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari gerakan Green Campus yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan tanggung jawab ekologis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam diskusi tersebut, para peserta melihat bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun Zakat-Based Higher Education Ecosystem, yaitu ekosistem perguruan tinggi yang menghubungkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat dengan pendidikan, riset, inovasi, pemberdayaan ekonomi, kepedulian lingkungan, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi pendidikan, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengangkat isu zakat, kemiskinan, lingkungan, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai konsep zakat secara teoritis, tetapi dapat terlibat langsung dalam proses pemetaan mustahik, pengembangan program pemberdayaan, pengelolaan sampah, penghijauan, kewirausahaan sosial, serta pengukuran dampak program.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi penelitian, Green Zakat membuka ruang kajian multidisipliner yang luas, mulai dari akuntansi dan tata kelola zakat, ekonomi syariah, environmental accounting, green accounting, circular economy, Islamic social finance, digitalisasi zakat, pemberdayaan mustahik, hingga pengukuran dampak sosial dan lingkungan. Hal ini memungkinkan perguruan tinggi menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, dari sisi pengabdian kepada masyarakat, dana dan program zakat dapat diarahkan pada pemberdayaan ekonomi produktif yang sekaligus memiliki dampak ekologis. Mustahik dapat didampingi untuk mengembangkan usaha hijau (green entrepreneurship), produk ramah lingkungan, pengolahan sampah bernilai ekonomi, pertanian berkelanjutan, maupun usaha berbasis ekonomi sirkular. Dengan pendekatan tersebut, penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan konsumtif, tetapi memiliki kesempatan untuk berkembang menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi juga memiliki dimensi sosial dan pendidikan yang kuat. UPZ UIN Sumatera Utara Medan menjalankan fungsi pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), termasuk mendukung pembiayaan pendidikan dan membantu mahasiswa yang membutuhkan. Program bantuan kepada mahasiswa menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembahasan selanjutnya mengarah pada pentingnya membangun keterkaitan antara zakat, Green Campus, sustainable development, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Pendayagunaan zakat yang tepat sasaran dapat berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengurangan kesenjangan, penciptaan lingkungan yang lebih sehat, serta pembangunan komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep Green Zakat juga memperluas makna keberlanjutan dalam pengelolaan zakat. Keberhasilan zakat tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan, tetapi juga dari seberapa besar dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kualitas hidup mustahik, kemandirian ekonomi, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan manfaat bagi generasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perspektif tersebut, zakat dapat menjadi salah satu instrumen strategis perguruan tinggi Islam dalam menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Nilai amanah, keadilan, kepedulian, kemaslahatan, dan tanggung jawab terhadap alam dapat diaktualisasikan melalui program zakat yang memiliki dampak sosial sekaligus ekologis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunjungan UIN Suska Riau ini diharapkan tidak berhenti pada forum silaturahmi dan pertukaran informasi, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi kelembagaan dan akademik dalam penguatan ekosistem zakat perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran praktik baik, penelitian bersama, pengembangan program pengabdian masyarakat, peningkatan literasi zakat mahasiswa dan sivitas akademika, pengembangan Green Zakat, pengelolaan sampah, program penghijauan, serta pemberdayaan mustahik berbasis pendidikan, kewirausahaan, dan ekonomi sirkular.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas dalam pembangunan masyarakat. Zakat bukan hanya tentang menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi tentang menghadirkan kebermanfaatan, membangun kemandirian, menciptakan kesempatan, menjaga lingkungan, dan memastikan tidak ada masyarakat maupun lingkungan yang tertinggal dalam proses pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui sinergi antara zakat, Green Zakat, Tri Dharma Perguruan Tinggi, Green Campus, ekonomi sirkular, dan SDGs, UIN Sumatera Utara Medan bersama perguruan tinggi Islam lainnya diharapkan mampu menghadirkan model pengelolaan zakat yang semakin profesional, inklusif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunjungan akademik UIN Suska Riau ke UPZ UIN Sumatera Utara Medan menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kolaborasi: dari zakat menuju pemberdayaan, dari pemberdayaan menuju kemandirian, dari Tri Dharma menuju dampak sosial dan ekologis, serta dari nilai-nilai Islam menuju pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;<strong><em>Green Zakat untuk Green Campus, Green Economy, dan Green Future.<\/em><\/strong>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Humas)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-2-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-41084\" srcset=\"https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-2-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-2-300x225.jpeg 300w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-2-768x576.jpeg 768w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-2-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/uinsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Acara-UPZ-2-2048x1536.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Medan (UINSU)Senin, 10 Agustus 2026, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan menerima kunjungan akademik dari jajaran Dekan, Ketua Program Studi, dan dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pengelola&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":41082,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_EventAllDay":false,"_EventTimezone":"","_EventStartDate":"","_EventEndDate":"","_EventStartDateUTC":"","_EventEndDateUTC":"","_EventShowMap":false,"_EventShowMapLink":false,"_EventURL":"","_EventCost":"","_EventCostDescription":"","_EventCurrencySymbol":"","_EventCurrencyCode":"","_EventCurrencyPosition":"","_EventDateTimeSeparator":"","_EventTimeRangeSeparator":"","_EventOrganizerID":[],"_EventVenueID":[],"_OrganizerEmail":"","_OrganizerPhone":"","_OrganizerWebsite":"","_VenueAddress":"","_VenueCity":"","_VenueCountry":"","_VenueProvince":"","_VenueState":"","_VenueZip":"","_VenuePhone":"","_VenueURL":"","_VenueStateProvince":"","_VenueLat":"","_VenueLng":"","_VenueShowMap":false,"_VenueShowMapLink":false,"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"class_list":["post-41081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41085,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41081\/revisions\/41085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uinsu.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}