Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2017-04-06 | Waktu : 18:26:05
Studium Generale Penerapan Syariat Islam di Eropa, Australia dan Indonesia

Medan, 05 April 2017.  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menggelar Studium General atau kuliah umum Penerapan Syariat Islam di Eropa, Australia dan Indonesia di Aula UIN SU. Studium general ini menghadirkan bintang tamu dari Pimpinan Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia (Rasi) Moulbourne, Australia, Nuim Mahmud Khaiyat, dan para tokoh penting dalam dunia pendidikan yang ada di Sumatera Utara, diantaranya Prof Dr. H.  Saidurrahman M Ag selaku Rektor UIN SU yang juga guru besar Fakultas Syariah dan Hukum UINSU ,  Prof Dr Bisman Nasution, Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan Prof. Dr. Yakub Matondang, MA selaku Rektor UMA.

Berdasarkan pengalaman Nuim yang pernah menetap dari beberapa negara di dunia seperti Australia, Inggris ternyata mereka lebih mudah menerapkan syariah Islam terutama dibidang hukum. Padahal negara tersebut, memiliki masyarakat yang dominan bukan muslim.Bahkan di beberapa negara maju penerapan syariat Islam ini lebih mudah diterima, dibandingkan negara tertinggal. Karena negara tertinggal, cenderung alergi dengan penerapan syariat Islam ini."Islam itu modern. Sehingga dia lebih cepat diterima di negara yang modern dibandingkan di negara yang masih tertinggal. Islam itu beda, Islam itu dunia akhirat, jadi tidak bisa dipisah-pisahkan," ujarnya.

Disebutkannya, Islam itu sangat modern dan luar biasa. "Islam memang luar biasa, kita tidak boleh melihat Islam itu hanya sebagai suatu ibadah, tapi suatu penentu, pengaturan kehiduapn dunia akhirat," ujarnya.

Rektor UIN SU Prof. Saidurrahman , MA menyampaikan bahwa syariah islam adalah segenap aturan kehidupan dengan segala dimensi dan aspeknya yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk umat manusia. Aturan-aturan tersebut meliputi dimensi ritual maupun dimensi sosial. Ia meliputi wilayah-wilayah privat sekaligus wilayah-wilayah umum. Jadi, syariat Islam tidak hanya berarti hukum pidana Islam. Ia bukan pula sekedar aturan-aturan tentang sholat dan doa. Ia amat luas, seluas cakupan kehidupan itu sendiri. Syariah islam ini akan membawa kita kepada ketenangan dan keberkahan dalam hidup, sehingga syariah islam ini akan berdampak positif pada era global saat ini, dan Islam merupakan Rahmatal Lil’alamiin.

Di kawasan Asia Tenggara ,kita telah menyaksikan bahwa beberapa wilayah di Malaysia dan demikian pula propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) di Indonesia telah memiliki mahkamah syariah. Beberapa negara yang ada di Eropa dan negara Australia juga juga berusaha menerapkan syariat Islam dalam beberapa sektor kehidupan yang memungkinkan, baik dengan nama syariat Islam ataupun dengan hanya mementingkan esensinya, ujar Prof. Saidurrahman

.Islam merupakan salah satu peradaban yang telah lama mengisi sejarah dunia hingga sekarang. Islam punya kejayaan sendiri dan peranan dalam menjadi pedoman kehidupan manusia, ujar Prof. Saidurrahman