Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-10-08 | Waktu : 20:58:10
Penghargaan Peace Messenger kepada Dosen UIN SU r. Phil. Zainul Fuad UINSU

UINSU Medan

Organisasi perdamaian internasional HWPL (Heavenly Culture, World Peace and Restoration of Light) Republik Korea menganugerahkan Penghargaan Peace Messenger kepada 7 tokoh akademisi Indonesia yakni, Dr. Phil. Zainul Fuad UINSU, Dr. Ali Munhanif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Barsihannur, Dr. Gustia Tahir dan Dr. Abdul Rahim Yunus dari UIN Alauddin Makassar dan Dr. Nurlaelah dari Universitas Muslim Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kerjasama dalam membangun pendidikan perdamaian.

Penganugerahan tersebut diberikan pada kegiatan Konferensi Perdamaian Dunia ke-4 World Alliance of Religions’ Peace Summit yang diselenggarakan tgl 16 – 19 September 2018, yang dihadiri ratusan tokoh-tokoh agama, politik, pengacara, aktivis NGO, akademisi, rektor universitas, pemimpin dan menteri berbagai negara dan sejumlah mantan presiden: Kroasi, Moldova, Guyana, Armenia, Komoro, Sierra Leone, Republic Belarus, Nepal, Romania, Kyrgystan, Burundi, Ukraina, dan sejumlah pejabat dari Palestina, Mesir, India, dan lain-lainnya mewakili 5 benua.

Sedangkan tokoh-tokoh dari Indonesia hadir Elza Syarif Ketua Himpunan Advokat Pengacara Indonesia Parlindungan Purba dari DPD RI, tokoh-tokoh lintas agama, guru besar dan pimpinan universitas. Sebelumnya HWPL juga telah bertemu Presiden Jokowi ketika kunjungannya ke Korea baru-baru ini menjelaskan kifrah HWPL dalam upaya mendukung perdamaian dan penghentian perang.

Menuju Penyatuan Korea

Konferensi Perdamaian kali ini merupakan moment yang sangat penting dalam rangka penyatuan kembali Korea  Utara dan Selatan yang terpisah sejak tahun 1970. Presiden Korsel Moon dan Korut pada saat yang sama sedang melakukan perundingan untuk membicarakan langkah-langkah penyatuan kembali kedua negera tersebut. HWPL sangat mengharapkan dukungan masyarakat dunia dari berbagai elemen untuk memperkuat upaya penyatuan tersebut dan menciptakan perdamaian dunia secara umum dan penghentian  perang yang tertuang dalam dokumen Declaration of Peace and Cessation of War (DPCW) yang terdiri 10 Pasal dan 38 Klausul untuk diajukan ke PBB tahun ini.

HWPL dan Pendidikan Damai

HWPL adalah sebuah organisasi perdamaian yang besar yang berpusat di Seoul Korea dan memiliki 115 cabang dengan 3,1 juta anggota diseluruh dunia. Organisasi ini sangat berpengaruh dalam menyelesaikan berbagai konflik seperti di Mindanao, Myanmar, dan beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah. Kegiatan yang gencar dilakukan saat ini adalah Peace Academy dengan kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di seluruh dunia yang diawali dengan penandatangan MoU dengan lembaga-lembaga pendidikan tersebut.

UIN Sumatera Utara, UIN Syarif Hidayatullah dan UIN Makassar dengan menandatangani MoU tersebut dan telah dilaksanakan berbagai kegiatan seminar, workshop, dan peacewalk. Bulan Mei 2018 lalu UINSU melalui Pusat Studi Perdamaian telah mengirim 3 orang dosen untuk mengikuti Peace Educator Workshop selama 5 hari dan tahun 2017 telah mengirim 15 orang mahasiswa dan dosen untuk mengikuti Konferensi Perdamaian ke-3. Seluruh mahasiswa tersebut kini telah tergabung dalam network International Peace Youth Group (IPYG). Pusat Studi Perdamaian juga telah melakukan Peace Walk di Merdeka Walk yang dihadiri lebih 1000 peserta didukung oleh Kapolrestabes Kota Medan dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Dadang Hartanto, SH, SIK sejumlah tokoh-tokoh di Sumatera Utara.