Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-03-26 | Waktu : 09:01:30
TERKAIT KUNJUNGAN ALI MOCHTAR NGABALIN, TIDAK ADA PENGUSIRAN DI KAMPUS UIN SU

Medan, (UIN SU)
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Prof. Dr. KH Saidurrahman, M.Ag., Sabtu (23/3) menegaskan, bahwa tidak ada pengusiran di kampus UIN SU terkait kedatangan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mocthar Ngabalin dalam agenda dialog publik wawasan kebangsaan yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UIN SU Jalan IAIN Nomor 1 Sutomo Ujung Medan, Kamis (21/03)

Hal itu Prof. Saidurrahman sampaikan sebagai klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media cetak dan media online dalam bentuk tulisan dan berbagai video singkat yang mengabarkan adanya pengusiran yang dilakukan sejumlah mahasiswa UIN SU dalam agenda dialog publik tersebut. "Itu tidak benar. Memang beliau (Ali Mocthar Ngabalin) bukan diusir mahasiswa," katanya menepis pemberitaan yang dinilai tidak tepat.

Ia menyampaikan, bahwa Ngabalin sudah menyelesaikan sesi paparan yang ia berikan kepada ratusan mahasiswa pada dialog tersebut. Ngabalin pergi meninggalkan lokasi untuk mengejar jadwal keberangkatan lain. "Ngabalin pulang karena sudah selesai menjadi pembicara pada dialog itu. Namun karena mengejar waktu untuk penerbangan selanjutnya, makanya Ngabalin bersama rombongan bergegas menuju bandara," jelas rektor.

Rektor menambahkan, pada saat aksi demo terjadi memang benar Ngabalin mencoba untuk berkomunikasi dengan demonstran, namun tidak mendapatkan kesempatan. "Saat sudah selesai acara, Ngabalin keluar hendak menemui demonstran yang berada di luar gedung didampingi Kepala Biro AUPK, Dr. H. Tohar Bayoangin, M. Ag. dan sejumlah pejabat lainnya," tandasnya.

Ia menyayangkan, sejumlah pemberitaan di media massa dan media online tidak memasukkan butir klarifikasi dari pihak kampus dan terdapat sejumlah informasi yang keliru. Padahal diketahui, beberapa saat setelah aksi demo, pihak kampus melalui wakil rektor telah menyampaikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. 

Informasi yang dinilai keliru di antaranya adalah jumlah mahasiswa yang melakukan aksi demo tidaklah mencapai ratusan. Menurut pantauan di lapangan. Jumlah demonstran hanya sekitar belasan tidak sampai pada jumlah ratusan seperti diberitakan. "Kemudian, pengusiran yang banyak diberitakan tidak benar. Tenaga Ahli Utama KSP tersebut memang meninggalkan lokasi karena jadwal dan protokol, bukan karena diusir mahasiswa pendemo," tegas Rektor UIN SU.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN SU, Prof.Dr. Amroeni Drajat, M.Ag, didampingi Kepala Sub Bagian Humas dan Informasi Yunni Salma MM menyampaikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Aksi demo mahasiswa yang didasari atas dugaan kampanye terselubung yang dikemas dalam dialog publik  atau dugaan politisasi kampus adalah tidak benar. "Tidak ada politisasi kampus. Kegiatan atau program ini dibuat pada hakikatnya untuk kepentingan pendidikan tinggi dan kepentingan generasi muda untuk siap menghadapi era revolusi industri 4.0.  Tujuannya memberikan bekal bagi mahasiswa agar siap bersaing di era global, era digital 4.0 ini dengan gagasan kedaulatan kemaritiman," pungkasnya.

Kegiatan ini diketahui merupakan program kerja Kominfo RI bekerja sama dengan KSP. Lalu UIN-SU merupakan  satu dari 100 kampus mitra seluruh Indonesia dalam penyelenggaraan dialog publik yang dihadiri sejumlah pejabat ini. Diketahui, dialog publik ini bertema 'Wawasan kebangsaan menuju kedaulatan maritim dan daya saing bangsa di era revolusi industri 4.0'.

Mahasiswa dalam dialog tampak antusias dan berterima kasih kepada Kominfo RI atas kegiatan ini. Karena banyak peluang baik untuk masa depan yang bisa diakses seperti kesempatan meraih 20.000 kuota beasiswa pendidikan untuk persiapan SDM di era 4.0 dan peluang karir lainnya dari sarana yang disiapkan pemerintah. (Humas)