Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-09-02 | Waktu : 17:25:19
6.595 Mahasiswa Baru Ikuti PBAK UIN SU Pecahkan Rekor MURI Kategori Pewakaf Terbanyak

Medan, (UIN SU)
Sebanyak 6.595 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sekaligus penorehan prestasi dengan memecahkan rekor MURI kategori wakif atau pewakaf terbanyak di Kampus I UIN SU Jalan IAIN, Senin (2/9).

PBAK digelar tiga hari sejak 2-4 September 2019. Hari pertama digelar di kampus I sedangkan hari kedua dan ketiga digelar di masing-masing fakultas di kampus II Jalan Willem Iskander Medan. Kali ini, pimpinan kampus menggalakkan konsep wakaf sebagai salah satu nilai dan filantrofi Islam dalam upaya pembangunan peradaban. Pemberian wakaf mahasiswa dan keluarga besar UIN SU secara ikhlas dan sukarela kepada lembaga wakaf UIN SU.

Rektor UIN SU, TGS Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag menjelaskan, kegiatan ini merupakan pembekalan dan orientasi untuk mengenalkan sistem akademik dan pembelajaran termasuk mengenalkan budaya akademik dan kemahasiswaan di kampus Islam ini. Selain itu, konsep wakaf sebagai pembangun peradaban juga dipraktikkan bersama mahasiswa baru.

Lebih dari enam ribu mahasiswa baru di tahun ajaran baru ini tersebar di delapan fakultas dengan rincian 538 orang di FDK, 1.102 orang di FEBI, 490 orang di FIS, 1.924 orang di FITK, 428 orang di FKM, 781 orang di FST, 857 orang di FSH dan 430 orang di FUSI. Menambah nilai dari orientasi mahasiswa baru, berbagai materi yang syarat nilai nasionalise dan agamais juga disuguhkan. Yaitu penyampaian visi misi kampus oleh rektor dan sosialisasi empat pilar kebangsaan dibawakan Wakapoldasu, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.
Dilanjutkan dengan materi bela negara dari pejabat Kodam I/BB, materi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kecerdasan manusia dibawakan Ketua GAN Sumut Zulkifli dan materi pencegahan penyebaran paham radikalismedi kampus dibawakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Khairul Ghazali serta pemaparan materi filosofi wakaf dibawakan pimpinan Badan Wakaf Indonesia Sumut, Drs H Syariful Mahyar Bandar, MAP.

Terkait gagasan wakaf, rektor menjelaskan, mahasiswa sebagai pewakaf sebagai bentuk mengamalkan ayat yang artinya tangan di atas harus lebih baik dari tangan di bawah. Dan menanamkan mental- mental pemberi kepada mahasiswa yang melekat dengan nilai filantrofi Islam.

Dalam kesempatan itu juga Rektor meyakinkan bahwa setahun ini seluruh dosen dan pegawai UIN SU langsung dipotong 2,5 persen untuk zakat, infak dan sedekah. Itu akan digunakan bagi mahasiswa yang tidak mampu. Dan ia juga meyakinkan bahwa dengan adanya zakat dengan pengelolaan yang prima, maka tidak boleh ada mahasiswa yang drop out sebab kalau terjadi, karena tidak punya dana yang paling berdosa adalah rektor.

Dalam hal ini ditegaskannya ia telah menggerakkan semua kekuatan agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan, disebutkannya berdasarkan laporan pihaknya sudah menghimpun Rp .3 milyar dan sudah dibagikan kepada seribuan mahasiswa UIN SU yang tidak mampu. Dalam sambutannya, rektor sampaikan selamat bergabung kepada mahasiswa baru di Kampus UIN SU yang juara. Maju, unggul, jaya, raya dan sejahtera.

"Kita menyebut juara karena kita bercita-cita sebagai khoirul jamiah, maju, unggul, jaya, bahagia, sejahtera. Juara bukan hanya di lidah tetapi juga dalam amal dan perbuatan kita. Anda sekarang menjadi mahasiswa jadi tidak sekedar siswa seperti sebelumnya, anda punya titel maha dan anda berada di UIN SU, anda berada disini artinya anda orang orang yang cerdas. Dan berkuliah di sini Islam anda adalah semoga menjadi Islam yang rahmatan Lil alamin," kata Prof. Saidurrahman di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemecahan rekor MURI kategori pewakaf terbanyak. Dari ribuan amplop yang disebar, mahasiswa lalu mewakafkan dana kemudian dikumpulkan. Kategori ini adalah kali pertama diharapkan mampu menaikkan semangat wakaf di Indonesia dalam rangka pembangunan umat.

Manager MURI, Triyono mengungkapkan apresiasi program yang digelar ini. Terutama ajakan dan seruan kepada generasi muda untuk berwakaf. MURI mencatatkan program ini mencapai rekor MURI, ini merupakan yang pertama dan dalam catatan muri belum ada sebelumnya program seperti ini sehingga mahasiswa UINSU merupakan pelopor mahasiswa berwakaf. "Kita harapkan dengan kegiatan ini dapat ditiru oleh instansi lain atau universitas lain," ujarnya.

Ketua panitia PBAK, Prof. Dr. Amroeni Drajat, M.Ag selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan dan kerjasama menyampaikan, terkait dengan pengenalan dunia akademik dan kemahasiswaan, kegiatan orientasi ini juga diisi dengan pengenalan 10 UKK dan UKM UIN SU yaitu dari Dewan Racana Pramuka Pandega H Adam Malik Hj Fatmawati Gudep 13.409-13.410, Resimen Mahasiswa, LKSM, KSR PMI, LDK, Paskibra, Mapasta, Kopma dan LPM Dinamika dan Ukomi. (Humas)