2.507 Peserta Ikuti Seleksi Mandiri UINSU Medan

Medan, (UIN SU)
Sebanyak 2.507 peserta mengikuti penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur seleksi mandiri di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan 2023 dan akan memperebutkan kuota jalur mandiri ini sekitar 1.500 calon mahasiswa baru, Senin (17/7) pagi.

Rektor UIN SU Medan Prof Dr Nurhayati, MAg melalui Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Azhari Akmal Tarigan, MAg meninjau pelaksanaan ujian secara langsung bersama tim pengawas ujian mandiri. Ujian mandiri secara daring ini digelar dua hari, Senin dan Selasa (17-18/7) dan disediakan waktu untuk ujian susulan pada Kamis (20/7).

Prof Akmal menjelaskan, ujian ini merupakan jalur terakhir pada PMB 2023 ini, setelah digelar SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, SNBP dan UTBK-SNBT 2023 beberapa waktu lalu. Dari lima jalur penerimaan tersebut, jumlah kuota mahasiswa baru sekitar 6.500 orang, sedangkan kuota untuk jalur mandiri yakni sekitar 1.500 orang.

“Ujian mandiri ini memberikan kesempatan bagi pelajar atau calon mahasiswa yang begitu berminat kuat untuk kuliah di UIN SU Medan, namun belum berhasil pada jalur-jalur penerimaan sebelumnya. Jalur mandiri ini memberikan kesempatan dan peluang itu,” ujar Prof Akmal sembari menjelaskan, seleksi mandiri digelar secara daring dengan sistem seleksi elektronik (SSE) yang dikelola panitia lokal, berbeda dengan jalur sebelumnya yang dilaksanakan secara nasional dan terpusat.

Seperti UTBK-SNBT yang digelar secara nasional juga bersama perguruan tinggi lain se-Indonesia. Dan tahun ini berbagai seleksi PMB ini sudah mulai digelar luring sehubungan tidak dalam masa pandemi. Namun, jelas Prof Akmal, seleksi mandiri ini digelar daring karena untuk memudahkan peserta dan menghimpun potensi merekrut calon mahasiswa terbaik. “UIN SU berikan kemudahan untuk bisa ikut ujian di manapun berada. Walau daring, tapi dari sisi kualitas pelaksanaan tetap sama. Karena mereka tetap dipantau dan diawasi,” tukasnya.

DCIM100MEDIADJI_0184.JPG

“Saya pastikan, dalam sistem ini tidak ada istilah joki untuk peserta PMB atau dibantu agar bisa masuk. Ujian mandiri ini berjalan objektif dalam rentang waktu ujian 90 menit,” tandasnya sekaligus menyampaikan, sistem yang diterapkan dalam seleksi mandiri ini benar-benar aman dan tidak bisa diintervensi.

Dipaparkannya, dari 2.507 peserta ujian memilih 41 prodi jenjang S-1. Terdiri dari 10 prodi umum dan 31 prodi keagamaan. “Kuota awal untuk jalur mandiri ini memperebutkan sekitar 1.500 kursi mahasiswa baru,” ujarnya.

Menariknya, dalam seleksi mandiri ini ada empat peserta nonmuslim yang ikut seleksi mandiri. Empat peserta itu mendaftar di UIN SU mengambil prodi kesehatan masyarakat (kesmas), ilmu hukum, ekonomi Islam dan ilmu komputer. Sementara calon mahasisea internasional atau luar negeri menjalankan teknis perekrutan yang berbeda.

Prof Akmal menjelaskan, pada seleksi mandiri ini agar didapatkan input calon mahasiswa yang terbaik. Sehubungan dengan proses mendapatkan kursi di UIN SU melalui proses cukup panjang. “Kita mengharapkan mendapatkan dan menghimpun bibit unggul, yang kelak akan menjadi intelektual ulama dan ulama intelektual. Menjadi ilmuan dan saintis yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan melahirkan inovasi-inovasi sehingga menjadi SDM yang unggul, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Pimpinan kampus, jelasnya, mengapresiasi seluruh tim atas pelaksanaan ujian mandiri ini dengan baik dan lancar. Semoga menghasilkan calon mahasiswa terbaik ke depan. Lalu sistem ujian secara daring ini terus disempurnakan dan lebih efektif dan efesien.

Kepala Pustipada UIN SU Dr Ridwan menyampaikan, ke depan berbagai perbaikan akan diterapkan dalam mekanisme ujian. Di antaranya terkait perbaikan soal-soal ujian hingga rencana penerapan artificial intelligence (AI) di masa mendatang.

Jika peserta mengalami kesulitan dalam mengakses ujian daring agar tidak khawatir. Karena disediakan waktu untuk ujian susulan pada Kamis (20/7) mendatang. Dengan syarat betul-betul menyiapkan jaringan yang benar bagus. Jangan sampai ada potensi anak bangsa yang tidak terakomodir dan terhalang karena persoalan jaringan yang buruk. Diketahui ujian ini digelar dengan lima sesi selama dua hari. Setiap sesi diikuti sekitar 500 peserta.(Humas)