Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-07-24 | Waktu : 11:24:10
Wisuda UIN SU 1.186 wisudawan Tahun 2018

Medan (UIN SU)

Memasuki abad 2, universitas mendapatkan tantangan yang tidak ringan. Perubahan dunia terjadi secara cepat. Dunia sedang memasuki revolusi industri 4,0. Penting bagi lulusan perguruan tinggi Islam meraih tiga agenda utama agar mampu bertahan dan mengikuti fenomena disruptive innovation.Agenda dimaksud yaitu penguasaan informasi teknologi, pengembangan jiwa enterpreneurship dan agenda menjadi lulusan yang punya keimanan tinggi dan akhlak mulia.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri  Sumatera Utara  (UIN SU) Medan, Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag. dalam pidato Rektor  dihadapan 1.186 wisudawan program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma III pada acara Sidang Senat Terbuka Wisuda ke 68 UIN SU di Gedung KH. M. Arsyad Thalib Lubis / Gelanggang Mahasiswa UIN SU Kampus I  Jalan IAIN No. 1 Medan (19/07).

Rektor menjelaskan, perkembangan teknologi informasi sudah semakin canggih di era revolusi industri 4,0 yang menekankan pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic dan lain sebagainya. Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di Perguruan Tinggi Islam pun dituntut untuk berubah, termasuk dituntut untuk mampu mempersiapkan generasi yang siap menghadapai tantangan. 

" Saya mengajak anak-anak kami para wisudawan untuk belajar dan mengasah IT dan terus mengikuti informasi-informasi yang berkembang dan terkini. Ketinggian informasi berarti ketinggian rezeki. Pengajaran dan pengalaman yang telah diperoleh selama di bangku kuliah UIN SU tetap saja harus di "up date" melalui informasi dan teknologi. Bagi yang belum mampu, tidak ada kata terlambat, terus belajar untuk menguasai informasi dan teknologi", ajak Rektor.

Selain itu perkembangan dunia saat ini mengharuskan mahasiswa berjiwa enterpreneurship. " Kita harus mencontoh Nabi Muhammad Saw. sebagai seorang enterpreneur dengan mendayagunakan produk pamannya dan ikut berdagang di negeri Syam. Ia  juga mendayagunakan barang dagangan Khadijah ke berbagai negeri. Lebih dari itu, berfikir enterpreneurship Rasullah Saw menjadikan pemerintahan yang dipimpinnya menjadi kepemimpinan yang efektif mengingat sumber daya yang dimilikinya saat itu dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Karenanya tidak mengherankan jika pemerintahan Rasulullah yang berumur 23 tahun telah berhsil melampaui ekspektasi pada umumnya. Oleh karena itu, berjiwa enterpreunur berarti termasuk berfikir kreatif dan inovatif ", papar Rektor.

" UIN SU telah menjadikan pendidikan kewirausahaan sebagai salah satu hal penting. Dari segi kurikulum, UIN SU telah menjadikan mata kuliah kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib universitas, dimana setiap mahasiswa mendapatkan mata kuliah tersebut. Bentuk keseriusan kewirausahaan ini, UIN SU telah menjadikan kampus III UIN SU (kampus Pondok Surya Helvetia) menjadi Laboratorium kewirausahaan," tambahnya.

Selanjutnya memperkuat Iman dengan Akhlak Mulia. Tantangan global yang dihadapi saat ini mengharuskan setiap orang untuk mempersiapkan iman yang kuat dan berakhlak mulia. Globalisasi sering "membonceng"  faham materalisme dan hedonisme yang dapat membuat seseorang tergelincir dalam kehidupan hedonisme.

" UIN SU adalah lembaga pendidikan tinggi Islam yang mengusung pembelajar yang mengintegrasikan antara ilmu dan akhlak. Bahwa konsep integrasi keilmuan harus menjadikan ilmu untuk menjadi manusia yang berakhlak al karimah, Dunia kerja tidak hanya membutuhkan seorang yang  mempunyai skill yang hebat tetapi lebih dari itu sangat membutuhkan seorang yang jujur, amanah, sederhana, rendah hati dan seterusnya," jelas Rektor.

Pada wisuda ke 68 kali ini, sebanyak 1.186 lulusan UIN SU dilantik oleh Rektor UIN SU, yang tersebar dari 5 Fakultas serta Program Pascasarjana, terdiri dari 85 lulusan dari FDK, 40 lulusan dari FSH, 738 lulusan dari FITK, 30 lulusan dari FUSI dan 204 lulusan dari FEBI serta 30 lulusan dari program Doktor dan 59 lulusan dari program Magister. 

Hingga saat ini UIN SU telah meluluskan lebih dari 44 ribu alumni yang telah berkiprah di tengah masyarakat di berbagai profesi, baik birokrasi, praktisi maupun kaum profesional. " Kami berharap agar para alumni yang diwisuda kali ini, yang telah mendapatkan titel kesarjanaan hendaknya mampu menunjukkan akhlak yang mulia di tengah-tengah masyarakat sebagai ciri alumni UIN SU. Dalam mengusung integrasi ilmu dengan akhlak, UIN SU telah mencanangkan motto universitas yang tidak hanya bekerja dengan keras dan cerdas tetapi juga tuntas dan ikhlas menuju UIN SU yang lebih JUARA (maju, unggul, jaya, sejahtera bahagia), " harapnya. (YS Humas)