Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-01-29 | Waktu : 09:12:56
FKM UIN SU ADAKAN KEGIATAN SKRINING HERSA

FKM UINSU

Sehat menurut WHO (World  Health Organization) adalah keadaan terbebas dari penyakit/cacat secara fisik, mental, maupun sosial. Dalam memenuhi kebutuhan sehat, masyarakat maupun pemerintah memberikan segala upayanya untuk tetap hidup sehat. Salah satu upaya tersebut adalah melalui preventif atau upaya pencegahan. Upaya preventif menjadi upaya yang sebenarnya paling efektif dalam pencegahan penyakit, misalnya melalui kegiatan skrining atau lebih dikenal dengan deteksi dini. Skrining atau deteksi dini adalah upaya untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis dengan menggunakan test, pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat dan tepat dengan tujuan untuk dapat memedakan orang-orang yang kelihatannya sehat tetaapi sebenarnya menderita suatu kelainan.

Health Research Student Association FKM UINSU atau HERSA menjadi unit kegiatan mahasiswa yang melaksanakan kegiatan skrining tersebut bagi civitas akademi. Dengan tujuan memperoleh gambaran keadaan kesehatan bagi mahasiswa, kegiatan skrining yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat yang beralamatkan di Kampus I Jl. IAIN Sutomo Medan telah dilaksanakan dari tanggal 08 Januari s/d 11 Januari 2019 dan dimulai dari pukul 08.00 wib s/d 16.00 wib. Kegiatan skrining yang dilakukan tersebut meliputi Test Visus atau ketajaman mata, test buta warna, dan test Gizi melalui IMT, serta telah melakukan test yang sebagian besar dilakukan kepada para mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. 

Test Visus atau ketajaman mata adalah bentuk test untuk melihat ketajaman mata apakah sesorang yang masih memiliki visus normal bisa melihat pada jarak 6 meter tanpa alat bantuan, seseorang dengan penurunan tajam penglihatan bisa dicurigai adanya kelainan seperti rabun jauh, rabun dekat, katarak atau lainya. Berikutnya, test buta warna yaitu menggunakan tes ishihara yang dikembangkan oleh Dr.Shinobu Ishihara yang terdiri dari lembaran palet-palet yang dirancang khusus dimana didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna dan ukuran, sehingga orang dengan buta warna tidak dapat melihat perbedaan warna seperti orang normal yang melihatnya. Dan yang terakhir adalah test gizi yaitu pengukuran IMT seseorang dengan mengukur berat badan serta tinggi badan untuk melihat indeks massa tubuh apakah masih dalam batas normal.

Deteksi dini menjadi sangat penting dilakukan sebagai intervensi seseorang untuk pencegahan agar suatu kelainan tidak menjadi lebih buruk, kegiatan skrining HERSA tidak hanya menyediakan test skrining, tetapi terdapat juga post konsultasi yang dibentuk agar seseorang yang telah melakukan skrining dapat mengkonsultasikan kondisi kesehatan mereka. Seperti tindakan apa yang seharusnya dilakukan setelah seseorang mengetahui hasil skrining mereka. Adanya kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini, sehingga memungkinkan intervensi yang tepat serta mengurangi terjadinya kecacatan. (Medan, 14/01/2019)