Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-03-26 | Waktu : 08:55:08
KOMINFO DAN UIN SU GELAR DIALOG PUBLIK KEDAULATAN MARITIM PERKUAT PERSAINGAN ERA 4.0

Medan, (UIN SU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar dialog publik bertema wawasan kebangsaan menuju kedaulatan kemaritiman dan daya saing bangsa dalam era revolusi industri 4.0 di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UIN SU Jalan IAIN Nomor 1 Medan, Kamis (21/3). Kegiatan diikuti ribuan mahasiswa dan seluruh civitas kampus.

Dialog menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pejabat penting pemerintahan. Di antaranya Sekjend Kominfo RI Rosarita Niken Widiastuti, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemaritiman Kemenkomaritim Ridwan Djamaluddin, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary dan Rektor UIN SU Prof Dr Saidurrahman, M.Ag.

Tenaga Ahli Utama KSP, Ngabalin menyebutkan, saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0 yang menyebabkan berbagai dampak yang fundamental misalnya pergeseran penggunaan teknologi informasi khususnya dalam seluruh elemen industri. Karena itu, terkait kemaritiman, komunikasi hingga sistem nilai dalam suatu bangsa menjadi signifikan. "Kemajuan teknologi memaksa semua aspek pembangunan dan manusianya kemudian kemampuan teknologi suatu negara, suka tidak suka akan menggeser nilai moral. Untuk itu perlu dijelaskan tentang kemaritiman dan kemajuan teknologi di kampus," ujarnya.

Terkait itu, ia menilai kampus merupakan tempat strategis karena merupakan tempat generasi muda penerus cita-cita bangsa. "Young generation of Indonesia itu harus dibangun dengan lima perspektif. Yaitu keimanan (believe in god), keyakinan mereka harus terpatri kepada Tuhan, Allah SWT. Kemudian ilmu pengetahuan yang bagus, kemampuan moral (moral ability) atau akhlakul karimah, wajah suatu bangsa terbentuk dari akhlak manusianya, kemudian kultur yang beradab. Lalu akhirnya akan menghasilkan generasi baru yang kuat. Hal ini yang disiapkan pemerintah dengan berbagai program untuk menghadapi masa depan," jelasnya.

"Karena itu, pemerintah mempunyai konsep-konsep yang luar biasa, perangkat-perangkat baru seperti kewirausahaan pemuda, leadership young generation yang dikaitkan dengan konsep revolusi industri 4.0 ini. Kampus ini menjadi tempat yang tepat untuk menyalurkan program pemerintah terkait bagi generasi muda bangsa dalam hal ini mahasiswa. Ini adalah tanggung jawab kita untuk menyiapkan generasi baru dengan sarana prasarana yang luar biasa negara siapkan," lanjutnya.

Sekjend Kominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti menyebutkan, agar mahasiswa lebih memperhatikan program pemerintah terkait bidang kemaritiman yang punya potensi besar dan upaya meningkatkan daya saing di era 4.0 ini. Sehingga ditargetkan Indonesia mempunyai SDM mumpuni di era revolusi industri yang didominasi penggunaan teknologi dan internet. "SDM yang ada saat ini tentunya masih jauh secara kuantitas dan kualitas. Karena itulah, kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan peluang program pemerintah yang bisa diikuti mahasiswa," terangnya.

"Seperti Kominfo yang menyiapkan beasiswa bernama digital talent scholarship dengan 20.000 kuota beasiswa. Melalui beasiswa ini diharapkan mampu mencetak tenaga terampil di bidang industri 4.0. Kami mengajak kampus dan mahasiswa mengikuti peluang ini. Selain itu juga untuk mengetahui potensi-potensi yang dimiliki Indonesia. Mahasiswa adalah masa depan bangsa, dengan mengetahui potensi di negara ini, nantinya mahasiswa bisa melakukan kegiatan dan program inovatif yang bermanfaat bagi negara," jelasnya.

Rektor UIN SU, Prof Saidurrahman menyampaikan, agenda besar ini merupakan upaya menyiapkan gagasan Indonesia emas 2045 mendatang. Untuk itu ia menilai perlu pengawalan bidang kemaritiman atau kelautan sebagai bagian Indonesia terluas dan punya potensi besar. Tentunya generasi mendatang mempunyai tantangan zaman yang berbeda untuk itu perlu disiapkan dengan segala upaya. "Kita ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak kita untuk betul-betul menguasai informasi sekaligus terhindar dari penyelahgunaan informasi seperti hoaks dan sebagainya yang menyebabkan rusaknya tatanan kebangsaan kita," tandasnya.

Ia menyebutkan, UIN-SU berupaya untuk ikut berkontribusi dalam agenda besar tersebut dan menyiapkan Indonesia lebih baik. "Kita siapkan 'karpet merah' bagi mahasiswa untuk menjadi cerdas dan bisa bersaing global. Sebagai universitas Islam tentu menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin bukan yang radikalis dan teroris. Sebagai institusi negeri, kita harus paham kondisi untuk memperjuangkan kehebatan negeri ini dalam hal ini kehebatan maritim, kesejarahan kemaritiman dulu, kini dan ke depan," tandasnya. (Humas)