UINSU

Kuala Lumpur (UINSU)
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menerima sijil penghargaan dalam rangka peringatan Jubli Emas 50 Tahun Persatuan Alumni Pendidikan Tinggi Indonesia (PAPTI) yang diselenggarakan secara khidmat di World Trade Center (WTC), Kuala Lumpur, Jumat (23/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh YAB Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Timbalan Perdana Menteri Malaysia, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran aktif Prof. Dr. Nurhayati dalam penguatan kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia–Malaysia, khususnya melalui pemikiran dan gagasan strategis di tingkat internasional.

Acara peringatan 50 tahun PAPTI ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Malaysia, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Seri Dr. Zambry Abdul Kadir, serta Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Dr. Mohammed Taufiq Johari yang menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah Malaysia terhadap kerja sama pendidikan dan alumni Indonesia di negeri jiran.

Rangkaian kegiatan PAPTI dimulai sejak pagi hari dengan pembukaan resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo. Dalam sambutannya, Dubes RI menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi sebagai jembatan diplomasi budaya dan intelektual antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin lebih dari lima dekade.

Dalam agenda persidangan antarabangsa PAPTI, Prof. Dr. Nurhayati tampil sebagai salah satu narasumber utama, mewakili Indonesia bersama akademisi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Wakil Rektor IV. Kehadiran para akademisi lintas negara ini memperkaya diskusi mengenai masa depan pendidikan tinggi di era global dan digital.

Rektor UINSU Medan menyampaikan materi berjudul “Beyond Borders: Kolaborasi Digital dan Kebijakan Inklusif Pendidikan Tinggi”, yang menyoroti pentingnya re-imajinasi pendidikan tinggi di tengah disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan. Dalam paparannya, Prof. Nurhayati menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat pemanusiaan pendidikan, bukan sekadar digitalisasi metode lama.

Di sela-sela kegiatan resmi, Prof. Dr. Nurhayati juga menyempatkan diri untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan para alumni UIN Sumatera Utara yang berdomisili di Malaysia, sebagai bagian dari penguatan jejaring alumni dan diplomasi akademik UINSU di luar negeri.

Rektor UINSU Medan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden PAPTI, Dato’ Dr. Abdul Latif bin Awang, serta Sekretaris Jenderal PAPTI, Dr. Nabieh Rahmat, atas undangan dan kepercayaan yang diberikan kepada UINSU untuk berpartisipasi aktif sebagai narasumber dalam forum internasional tersebut.

Penghargaan yang diterima Rektor UINSU Medan dari Timbalan Perdana Menteri Malaysia ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UINSU, sekaligus menegaskan posisi UINSU sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang semakin diperhitungkan di tingkat regional dan internasional, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. (Humas)

Skip to content