Sibolga (UINSU)
Satuan Tugas Tanggap Bencana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menyalurkan bantuan kepada mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat yang terdampak bencana banjir pada November 2025. Kali ini daerah sasaran Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
“Penyaluran dilakukan pada 5 Februari – 7 Februari 2026. Dana bantuan selain donasi yang dihimpun dari civitas akademik UINSU Medan, satgas juga menyalurkan bantuan yang berasal dari donatur yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI). Kami ucapkan terimakasih atas kepercayaan donatur. Alhamdulillah, bantuan ini sudah disalurkan ke Tapteng dan Sibolga,” kata Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, Sabtu (7/6/2026).
Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya para donatur dan Tim Satgas Tanggap Bencana UINSU yang turun langsung ke lokasi.
“Terima kasih kepada BSI dan HAEI atas kepercayaan dan kepeduliannya kepada mahasiswa dan masyarakat UINSU Medan. Saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Satgas Tanggap Bencana UINSU dan seluruh pihak yang telah berangkat langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Alhamdulillah, bantuan ini dapat disalurkan ke Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga,” ujar Rektor, Jumat (6/2/2026).



Tim Satgas Tanggap Bencana UINSU Medan yang ditugaskan Rektor ke Tapteng-Sibolga dipimpin langsung Ketua Satgas, Dr. Zulham, MHum da Sekretaris, Dr. Fauzi Arif Lubis, MA. Menurut Zulham, jumlah bantuan uang yang disalurkan kepada mahasiswa terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencapai Rp119.700.000. Selain uang tunai mahasiswa juga menerima beras, sarung dan perlengkapan sholat untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang segera datang.
“Dana tersebut diberikan kepada 133 mahasiswa, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp900.000. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian UINSU bersama donator dan masyarakat mitra untuk memastikan keberlangsungan studi mahasiswa tetap terjaga di tengah situasi sulit. Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan UKT (uang kuliah tunggal) atau kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Dr. Zulham.
Bantuan untuk Mahasiswa
Penyaluran bantuan pada mahasiswa dipusatkan di Masjid Agung Kota Sibolga. Dalam sambutannya, Dr Zulham mengatakan, Rektor dan jajaran UINSU tentu turut berduka atas musibah yang menimpa masyarakat, khususnya mahasiswa dan keluarga UINSU Medan di Tapteng-Sibolga.
“Kami harap anak-anak kami mahasiswa UINSU yang terkena dampak bencana tetap semangat untuk melanjutkan studi. Begitu juga dengan ayah-bunda orang tua mahasiswa kami, semoga terus sehat dalam melalui musibah ini. InsyaAllah kita akan segera memasuki bulan Ramadhan yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Yakinlah Allah SWT, Tuhan YME akan menguatkan kita semua,” ungkapnya didampingi Dosen UINSU asal Tapteng, Dr. Mardinal Tarigan.



Ditambahkan Dr Fauzi Arif Lubis, penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dari UINSU dan donatur yakni HAEI dan BSI. Fauzi Arif mengatakan civitas akademik UINSU menyampaikan apresiasi kepada para donatur. “Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur. Kami juga berterimakasih pada BKM Masjid Agung Sibolga yang sudah memfasilitasi tempat bagi kami untuk menyalurkan bantuan ini,” bebernya.
Syahbi Hutagalung, mahasiswa penerima bantuan, menyatakan hal senada. Menurutnya, bantuan ini memang sangat diharapkan mahasiswa dan keluarga yang terdampak bencana. “Alhamdulillah, setidaknya dapat jadi tambahan UKT, Pak,” kata mahasiswa semester 7 dari FDK ini.
Bantuan ke Pengungsi Desa Kebun Pisang Kecamatan Badiri
Selanjutnya Satgas Tanggap Bencana UINSU bergeser ke Kecamatan Badiri, salah satu wilayah yang terdampak parah bencana di Tapanuli Tengah. Tepatnya di Desa Kebun Pisang, masih ada warga dari Dusun 2 dan Dusun 3 yang masih mengungsi di tenda-tenda karena rumah mereka hilang diterjang banjir.
Di desa ini, Satgas UINSU disambut antusias masyarakat meskipun mereka sudah hampir tiga bulan berada di tenda sembari menunggu hunian sementara/hunian tetap mereka dibangun.
Sekretaris Desa Kebun Pisang, Amrizal Effendi, dan disaksikan masyarakat langsung menerima bantuan yang terdiri dari beras, mi instan, pakain dan perlengkapan sholat. Amrizal juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UIN Sumatera Utara serta para pihak yang terlibat, atas bantuan yang
telah diberikan kepada masyarakat dan mahasiswa terdampak.
“Bantuan tersebut sangat berarti dan mampu meringankan beban warga, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi pascabencana. Ia menambahkan, bantuan ini terasa semakin penting karena disalurkan menjelang bulan suci Ramadan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat,” pungkasnya. (Humas)






