Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menerima kunjungan kehormatan dari ulama asal Palestina yang memiliki garis keturunan hingga kepada Rasulullah SAW. Pertemuan berlangsung di Ruang Rektor Kampus 1 UINSU Medan dan disambut langsung oleh Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., didampingi jajaran pimpinan universitas seperti Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.A., Wakil Rektor Bidang Kerja sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag. Kepala Biro AUPK Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd., perwakilan dekan dan wakil dekan, serta Wakil Direktur Pascasarjana.
Tamu yang hadir adalah Dr. Ammar bin Azmi bin Saleh bin Muhammad Al-Rafati Al-Jilani Al-Hasani, ulama dan akademisi asal Gaza, Palestina, yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an sejak usia 11 tahun serta memiliki sanad keilmuan luas dalam berbagai kitab turats dan hadis.
Dalam sambutannya, pihak universitas menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaan atas kehadiran Syeikh di kampus UINSU. Disebutkan bahwa kehadiran beliau diharapkan membawa keberkahan dan “aura cinta” bagi sivitas akademika, mengingat beliau merupakan keturunan Rasulullah SAW.



Salah satu poin penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah penekanan pada makna jihad dalam dunia pendidikan. Disampaikan bahwa jihad terbesar adalah melalui proses belajar dan mengajar. Bahkan ditegaskan bahwa para pengajar kebaikan didoakan oleh seluruh makhluk Allah SWT.
“Jihad yang paling besar adalah mengajar dan mendidik. Semua makhluk Allah mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan,” menjadi pesan kuat yang mewarnai dialog akademik tersebut.
UINSU Medan yang saat ini memiliki sekitar hampir 30.000 mahasiswa, delapan fakultas, dan satu program pascasarjana, menyatakan sangat terbuka untuk menjalin kemitraan akademik. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang menghadirkan Syeikh sebagai dosen tamu di Fakultas Syariah, penyelenggaraan kuliah umum, hingga kemungkinan pengajaran secara berkala baik secara langsung maupun melalui platform daring.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun bukan semata-mata persoalan honorarium, melainkan lebih kepada keberkahan ilmu dan kemitraan strategis dalam penguatan keilmuan Islam.
Selain dikenal memiliki banyak karya tulis dan sanad keilmuan hingga ratusan kitab, Syeikh juga disebut menguasai Qira’at Sab’ah dan pernah melakukan tashih bacaan Al-Qur’an hingga 30 juz. Dalam pertemuan tersebut, beliau juga memperdengarkan bacaan Surah Al-Fatihah sebagai bagian dari diskusi ilmiah terkait perbedaan qira’at.



Syeikh menyampaikan kesiapan untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta membuka kemungkinan kunjungan rutin ke UINSU Medan dalam rangka penguatan kolaborasi akademik. Ia juga telah beberapa kali berkunjung ke Kota Medan dan berinteraksi dengan komunitas Palestina serta berbagai kalangan akademisi.
Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyambut positif peluang kerja sama ini dan berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan, baik dalam bentuk kuliah umum internasional, penguatan sanad keilmuan, maupun pengembangan jejaring global antarperguruan tinggi Islam.
Kunjungan ulama keturunan Rasulullah SAW dari Palestina ini menjadi momentum penting bagi UINSU Medan dalam memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman yang berwawasan global, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah lintas negara melalui jalur pendidikan dan dakwah ilmiah. (Humas)


