UINSU

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan. Salah satu dosen tetapnya, Muhammad Irwan Padli Nasution, kembali dipercaya menjadi Expert Reviewer untuk dokumen Special Report on Climate Change and Cities (SRCITIES) yang diterbitkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) lembaga resmi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

IPCC merupakan badan ilmiah internasional yang dibentuk pada tahun 1988 oleh World Meteorological Organization (WMO) dan United Nations Environment Programme (UNEP). Lembaga ini berperan penting dalam menilai dan menyediakan informasi ilmiah terkait perubahan iklim guna membantu pemerintah di seluruh dunia merumuskan kebijakan iklim yang berbasis sains. Saat ini, IPCC beranggotakan 195 negara dan melibatkan ribuan ilmuwan serta pakar global dalam setiap penyusunan laporannya.

Penugasan ini merupakan kelanjutan dari kepercayaan sebelumnya. Berdasarkan surat elektronik dari Sekretariat IPCC tertanggal 23 September 2025, Muhammad Irwan Padli Nasution telah ditetapkan sebagai Expert Reviewer untuk melakukan penelaahan ilmiah terhadap draf pertama atau First-Order Draft (FOD) dokumen SRCITIES. Kini, melalui surat elektronik terbaru tertanggal 2 Mei 2026, beliau kembali diberi mandat untuk menelaah draf kedua atau Second-Order Draft (SOD) dari laporan khusus tersebut.

Sebagai Expert Reviewer, Muhammad Irwan Padli Nasution bertugas memberikan masukan yang kritis dan konstruktif terhadap isi, ketepatan ilmiah, serta keseimbangan aspek teknis dan sosial-ekonomi dari dokumen tersebut. Proses peninjauan SOD SRCITIES ini akan berlangsung mulai 8 Mei hingga 3 Juli 2026, dengan melibatkan partisipasi ratusan peneliti dan ilmuwan dari berbagai negara. Seluruh materi tinjauan bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan ilmiah demi menjaga integritas serta kredibilitas laporan IPCC.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kepercayaan PBB yang diberikan kepada dosen UINSU dalam forum internasional bergengsi tersebut.

“Krisis iklim telah menjadi isu global. Indonesia harus berada di garda terdepan dalam pelestarian lingkungan, dan hal itu harus berangkat dari pemahaman serta kesadaran keagamaan akan pentingnya merawat bumi. Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini,” ujar Prof. Nurhayati.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata kualitas akademisi UINSU. “Kehadiran Dosen UIN Sumatera Utara di forum ilmiah dunia IPCC PBB menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia UINSU semakin diakui di tingkat global. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan UINSU sebagai World Class University (WCU) yang berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, serta selaras dengan Program Kemenag Berdampak,” jelasnya.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi dosen-dosen UINSU lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia,” tambah Prof. Nurhayati.

Melalui penugasan internasional ini, UIN Sumatera Utara kembali menegaskan kiprahnya di kancah global, sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung implementasi Program Kemenag Berdampak. (Humas)

Skip to content