UINSU

Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali melaksanakan rutinitas budaya kerja melalui apel pagi yang bertempat di halaman kampus IV tuntungan, Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharam 1448). Apel yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV UINSU , Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag. dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor II Dr. Abror M. Daud Faza, Kepala Biro AAKK Dr. Tohar Bayoangin, para Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Bagian, Ketua Tim, serta seluruh jajaran ASN dan pegawai UINSU.

Dalam amanatnya, Wakil Rektor IV menyampaikan pesan mendalam mengenai penguatan spiritualitas dan profesionalisme kerja. Mengutip kitab klasik Naso’ihul-Ibad karya ulama besar Nusantara, Syekh An-Nawawi al-Bantani, beliau menekankan pentingnya orang yang cerdas dan waras akalnya dalam mengelola empat waktu utama setiap hari.

“Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas budaya kerja, melainkan bagian dari ibadah kita. Sebagai makhluk yang tiada daya dan kekuatan, sudah sepatutnya kita senantiasa berserah diri dan memohon yang terbaik kepada Allah SWT sebelum memulai aktivitas sepekan ke depan,” ujar Wakil Rektor IV.

4 Waktu Utama bagi ASN Cerdas dan Berintegritas

Wakil Rektor IV menguraikan empat pembagian waktu yang harus dijaga oleh seluruh civitas akademika UINSU untuk mencapai keseimbangan hidup duniawi dan ukhrawi:

  1. Waktu Bermunajat (Sa’atun Yunaji Fiha Rabbahu) Setiap pegawai diimbau untuk selalu meluangkan waktu khusus menghadap Allah SWT di tengah kesibukan kerja. Keberadaan masjid kampus yang megah dan asri harus terus dimakmurkan, khususnya pada waktu Zuhur dan Asar. Beliau mengingatkan bahwa prestasi kerja tidak akan maksimal tanpa diiringi kekuatan doa (ad-doa mukhul ibadah).
  2. Waktu Bermuhasabah (Introspeksi Diri) Aparatur sipil dituntut untuk selalu bercermin dan mengevaluasi kinerja serta perilakunya sehari-hari. Muhasabah adalah menyadari kekurangan diri sendiri, bukan mencari kesalahan orang lain, demi kemajuan institusi UINSU.
  3. Waktu Bertafakur dan Bersosialisasi (Sa’atun Ya Tafakkaru Fi San’illah) ASN UINSU diharapkan mampu membangun harmonisasi yang kokoh antara manusia, Tuhan, dan alam semesta. Selain menjadi akademisi, pegawai juga mengemban pesan Menteri Agama untuk menjadi pendakwah yang membawa maslahat bagi keluarga, tetangga, masyarakat, hingga bangsa.
  4. Waktu Bekerja dan Memenuhi Hajat Hidup Waktu untuk menyelesaikan tugas kedinasan dan mencari rezeki yang halal. Rezeki yang berkah akan menjadi energi kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apresiasi Prestasi Internasional UINSU

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa UINSU yang baru saja menerima penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta. Penghargaan tersebut mengukuhkan posisi UINSU sebagai salah satu dari tiga PTKIN yang berhasil menembus peringkat internasional dari total 58 PTKIN di Indonesia.

“Prestasi yang diraih oleh Ibu Rektor bersama tim kerja yang luar biasa ini harus menjadi cambuk dan motivasi bagi kita semua untuk terus melaju, berkinerja maksimal, dan tidak cepat berpuas diri,” tambahnya.

Di akhir amanatnya, beliau juga mengapresiasi karya literasi terbaru Wakil Rektor II, Dr. Abror M. Daud Faza, mengenai iktiologi dalam pandangan para sufi, yang mengajarkan manusia untuk tidak merusak lingkungan karena alam semesta pun senantiasa bertasbih kepada Sang Pencipta.

Apel pagi di bulan Muharam yang penuh kemuliaan ini ditutup dengan harapan agar seluruh civitas akademika UINSU dianugerahi keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional dalam menjalankan tugas negara. (Humas)

Skip to content