Kediri (UINSU)
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang digelar di Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pimpinan PTKIN untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas arah kebijakan dan strategi penguatan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pejabat penting Kementerian Agama RI dan pimpinan PTKIN dari berbagai wilayah Indonesia. Di antaranya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Sahiron, Ketua Umum Forum PTKN Masnun Tohir, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam, serta para Rektor PTKIN, termasuk Rektor UINSU Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.

Dalam forum tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menyampaikan sejumlah arah kebijakan yang dinilai penting untuk diperkuat oleh PTKI. Lima agenda yang menjadi perhatian antara lain kebijakan ma’hadisasi, program double degree, fast track, Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), serta reformulasi pengembangan program studi.

Menurut Suyitno, berbagai kebijakan tersebut memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing PTKI apabila dikembangkan secara serius dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perguruan tinggi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan distingsi keilmuan dan branding institusi sehingga setiap PTKI memiliki keunggulan dan identitas akademik yang semakin kuat.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron menyoroti pentingnya peningkatan mutu dan tata kelola PTKI agar mampu bersaing di tingkat global. Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelembagaan, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan reputasi dan pemeringkatan perguruan tinggi, termasuk melalui Webometrics, QS World University Rankings (QS WUR), serta peningkatan kualitas dan indeksasi jurnal ilmiah PTKI pada Scopus.

Sahiron juga mendorong PTKI untuk terus melahirkan inovasi sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa. Salah satu upaya yang turut didorong adalah peningkatan partisipasi mahasiswa dalam program magang PRIMA pada perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan Kementerian Agama.

Kehadiran Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen UINSU untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan nasional serta memperkuat jejaring dan sinergi dengan PTKIN lainnya. Forum semacam ini menjadi momentum penting bagi UINSU untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan strategi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Bagi UINSU, penguatan mutu perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada peningkatan capaian akademik, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, sumber daya manusia, inovasi kelembagaan, reputasi akademik, serta daya saing di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, kolaborasi dan komunikasi antarpimpinan PTKIN menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi Islam negeri.

Selaku tuan rumah, Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam berharap pertemuan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antarpimpinan PTKIN. Hal senada disampaikan Ketua Umum Forum PTKN Masnun Tohir yang mendorong para rektor untuk terus melakukan evaluasi dan saling mendukung agar PTKIN semakin unggul, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta memiliki daya saing global.

Forum Rektor PTKIN di Kediri tersebut sekaligus mempertegas pentingnya membangun visi bersama dalam pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam. Melalui sinergi, inovasi, dan penguatan mutu secara berkelanjutan, PTKIN diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi masa depan sekaligus memperkuat kontribusinya bagi pembangunan bangsa. (Humas)

Skip to content