Medan (UINSU)
Pusat Pengembangan Bahasa (Puspesa) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan menyelenggarakan pelatihan bahasa Arab melalui program Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) pada 12–23 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Bahasa Kampus II UINSU Medan ini diikuti oleh mahasiswa utusan dari delapan fakultas di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Puspesa dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab mahasiswa melalui layanan kebahasaan yang terarah dan berkelanjutan. Selain memberikan penguatan terhadap kemampuan dasar berbahasa Arab, kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi evaluasi kompetensi bahasa serta mendukung kebutuhan akademik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam sesi pembukaan, Kepala Puspesa UINSU Medan, Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A., menyampaikan bahwa pelatihan bahasa Arab melalui program TOAFL merupakan salah satu bentuk pelayanan kebahasaan yang disediakan bagi seluruh mahasiswa. Meskipun mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab maupun program studi terkait memiliki landasan pembelajaran bahasa Arab yang lebih kuat, pengembangan kompetensi tersebut tetap perlu diberikan secara luas kepada mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan perlu mempertimbangkan kemampuan awal peserta agar materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Arab secara bertahap, sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bentuk dan standar pengujian TOAFL.

Lebih lanjut, Prof. Watni mengungkapkan bahwa penguatan kemampuan TOAFL mahasiswa juga menjadi bagian dari diskusi kebijakan akademik di lingkungan UINSU Medan. Salah satu gagasan yang tengah dibahas adalah kemungkinan menjadikan kemampuan bahasa Arab sebagai salah satu standar kompetensi kelulusan mahasiswa, melengkapi penguasaan bahasa Inggris melalui TOEFL. Penerapan kebijakan tersebut, termasuk penentuan skor kelulusan, perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing fakultas serta melalui pembahasan akademik lebih lanjut.
Ia menilai bahwa penguasaan bahasa Arab memiliki relevansi penting bagi mahasiswa UINSU Medan sebagai bagian dari perguruan tinggi keagamaan Islam. Kemampuan tersebut tidak hanya mendukung pemahaman terhadap sumber-sumber keislaman, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengakses literatur akademik, mengembangkan penelitian, dan berpartisipasi dalam forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., mendukung pelaksanaan program penguatan bahasa Arab sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses pendidikan dan daya saing lulusan. Menurutnya, penguasaan bahasa Arab merupakan kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan sejalan dengan karakter UINSU Medan sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang berkomitmen melahirkan lulusan unggul dan berwawasan luas.
Rektor juga mendorong Puspesa untuk terus menghadirkan program kebahasaan yang inovatif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Penguatan kemampuan bahasa Arab dan bahasa asing lainnya diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik, pengembangan riset, serta perluasan wawasan global mahasiswa. Dengan demikian, layanan kebahasaan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung pembelajaran, tetapi juga bagian dari strategi institusi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di berbagai bidang.
Melalui pelatihan TOAFL ini, Puspesa UINSU Medan diharapkan terus berkontribusi dalam membangun budaya belajar bahasa di lingkungan kampus. Pengembangan program kebahasaan secara berkelanjutan juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung visi kampus pintar (smart campus), melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kualitas layanan akademik, dan penciptaan lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. (Humas)

