Medan (UINSU)
Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menjadi narasumber dalam Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam melalui kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI), Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Rektor menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Budaya Kerja Guru: Dari Profesionalisme Menuju Madrasah Unggul”.
Dalam pemaparannya, Prof. Nurhayati menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah tidak cukup hanya mengandalkan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya kerja guru yang berorientasi pada kualitas pembelajaran serta perkembangan peserta didik.
Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, keberagaman kebutuhan belajar peserta didik, serta tuntutan masyarakat terhadap mutu dan karakter lulusan mengharuskan guru untuk terus beradaptasi. Pola kerja yang selama ini berorientasi pada rutinitas perlu ditransformasikan menjadi budaya kerja yang lebih produktif, kolaboratif, reflektif, dan inovatif.
“Guru profesional membangun kualitas pembelajaran, guru yang bertransformasi membangun budaya mutu. Budaya mutu melahirkan madrasah unggul,” demikian pesan utama dalam materi yang disampaikan Rektor UINSU Medan.
Prof. Nurhayati menjelaskan bahwa profesionalisme guru perlu diwujudkan melalui empat aspek utama, yakni kompetensi dalam menguasai materi dan strategi pembelajaran, integritas dalam menjalankan tanggung jawab, kemampuan melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran, serta keterbukaan untuk berkolaborasi dan belajar bersama.



Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keislaman dalam budaya kerja guru, meliputi amanah, keteladanan, disiplin, kolaborasi, dan orientasi mutu. Nilai-nilai tersebut, menurut materi yang disampaikan, tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Lebih lanjut, transformasi budaya kerja perlu didukung oleh kepemimpinan kepala madrasah yang mampu menjadi teladan, menetapkan visi dan target mutu yang jelas, memberikan ruang bagi inovasi, melaksanakan supervisi pembinaan, serta mengapresiasi kinerja dan pengembangan kompetensi guru.
Upaya mewujudkan madrasah unggul juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemetaan kebutuhan, penetapan prioritas, pelaksanaan program perubahan, evaluasi hasil, dan perbaikan berkesinambungan. Keberhasilannya dapat dilihat dari peningkatan kualitas pembelajaran, perkembangan kompetensi peserta didik, penguatan karakter, serta meningkatnya kepuasan warga madrasah.
Ashari Tambunan: Mutu Pendidikan Islam Harus Terus Ditingkatkan
Dalam kegiatan yang sama, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ashari Tambunan, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap peningkatan mutu pendidikan berbasis agama Islam, termasuk madrasah dan pesantren.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan NGOPI merupakan bagian dari upaya bersama Kementerian Agama dan DPR RI, khususnya Komisi VIII, untuk bertukar informasi, pengalaman, dan gagasan dengan masyarakat. Berbagai masukan yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.
Ashari menilai pendidikan Islam memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, keberadaan madrasah dan pesantren tidak seharusnya dipandang sebagai penghambat kemajuan, melainkan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan yang perlu terus diperkuat kualitasnya.
Ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan Islam, termasuk keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan guru. Karena itu, perbaikan harus diarahkan pada penguatan mutu pendidikan, bukan menghilangkan karakteristik pendidikan berbasis agama.


“Yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan mutunya, meningkatkan kualitasnya, meningkatkan kesejahteraan para guru-gurunya, mempersiapkan dan menambah fasilitas ajar, belajar-mengajarnya,” tegas Ashari dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Islam membutuhkan komitmen berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan terhadap guru, penyediaan fasilitas pembelajaran, serta penguatan penyelenggaraan pendidikan berbasis agama menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang lebih baik.
Kolaborasi untuk Mewujudkan Madrasah Unggul
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan NGOPI tersebut menegaskan bahwa transformasi pendidikan Islam memerlukan sinergi antara peningkatan profesionalisme guru, kepemimpinan yang mendorong perubahan, dukungan kebijakan, dan budaya kerja yang berorientasi pada mutu.
Melalui materi yang disampaikan, Prof. Nurhayati mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas diri, membangun kolaborasi dan budaya saling belajar, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan madrasah.
Madrasah unggul, sebagaimana ditekankan dalam materi Rektor UINSU Medan, tidak hanya dibangun melalui sarana dan prasarana, tetapi juga melalui guru yang terus bertransformasi, menginspirasi, dan berkomitmen menghadirkan pembelajaran berkualitas bagi generasi masa depan. (Humas)


