UINSU

Makassar (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan semakin memperluas jejaring akademiknya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Kegiatan ini berlangsung di kampus UNHAS pada Selasa (26/8), dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.

Dari pihak UNHAS, hadir Rektor Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, Direktur Kemitraan Dr. Ansariadi, SKM, M.Sc.PH., Ph.D. Sementara dari UINSU, mewakili Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. hadir Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., serta Wakil Dekan III FKM Dr. Irwansyah, SH.I., MH.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan akademik, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan. Pada kesempatan yang sama, turut ditandatangani pula perjanjian kerja sama (MoA) antara Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UINSU dan FKM UNHAS. MoA ini berfokus pada pengembangan program studi dan pascasarjana FKM UIN SU, termasuk kolaborasi dalam riset dan penguatan kurikulum.

Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi UINSU dalam membangun mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan masyarakat.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas akademik, riset, dan pengembangan prodi serta pascasarjana FKM UINSU. Dengan dukungan UNHAS yang sudah berpengalaman dan bereputasi internasional, kami optimistis sinergi ini akan memberi manfaat besar bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas,” ujar Prof. Muzakkir.

Selain penandatanganan MoU dan MoA, Prof. Muzakkir juga diundang sebagai pembicara kuliah tamu di Fakultas Kedokteran Program Studi Psikologi UNHAS. Kuliah ini dihadiri para dosen dan mahasiswa, membahas tema kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab tantangan dunia pendidikan dan kesehatan modern.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., menambahkan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang untuk pengembangan pusat riset bersama, pertukaran tenaga ahli, serta peningkatan kualitas lulusan yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin menghadirkan UINSU sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga diakui kiprahnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk bidang kesehatan masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjawab kebutuhan bangsa,” imbuhnya.

Kerja sama strategis ini juga menjadi bagian dari upaya UINSU dalam memperkuat visi sebagai universitas riset berbasis integrasi keilmuan, di mana sinergi antarperguruan tinggi terkemuka menjadi kunci percepatan mutu akademik dan daya saing global. (Humas)

Skip to content