Banten (UINSU)
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 resmi dibuka langsung oleh Menteri Agama RI di Hotel Atria Serpong, Banten, Selasa (16/12/2025). Rakernas yang mengusung tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” ini digelar selama dua hari, 16–17 Desember 2025, dan menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan Kementerian Agama periode 2025–2029.
Dalam pembukaannya, Menteri Agama menegaskan bahwa Rakernas tidak sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum konsolidasi nasional untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menyiapkan langkah konkret menghadapi tantangan keumatan, kebangsaan, dan global. Ia menekankan pentingnya kebersamaan internal serta kolaborasi lintas sektor sebagai modal utama transformasi Kementerian Agama ke depan.
Rakernas Kemenag 2025 dilaksanakan dengan pendekatan hybrid dan diikuti oleh 323 peserta luring yang terdiri dari pimpinan pusat Kemenag, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, serta pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Sementara itu, ribuan peserta lainnya mengikuti secara daring dari seluruh Indonesia, termasuk Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan unit pelaksana teknis.
Salah satu yang hadir dalam Rakernas tersebut adalah Rektor UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. Kehadiran pimpinan PTKIN, menurut Menteri Agama, sangat penting karena perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan adaptif menuju Indonesia Emas 2045.

Menanggapi pelaksanaan Rakernas, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen PTKIN dalam menjawab tantangan zaman. “Rakernas Kemenag adalah momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan dengan kebutuhan umat dan bangsa di masa depan,” ujarnya.
Menurut Rektor UINSU Medan, tema Mempersiapkan Umat Masa Depan sangat relevan dengan peran strategis PTKIN. Ia menegaskan bahwa UINSU Medan berkomitmen memperkuat kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter moderat, berakhlak, dan responsif terhadap dinamika global. “PTKIN harus menjadi motor penggerak lahirnya generasi yang berilmu, berintegritas, dan mampu menjadi agen perdamaian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Nurhayati menilai arahan Menteri Agama terkait transformasi mindset, digitalisasi tata kelola, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan seperti kurikulum cinta dan ekoteologi, menjadi landasan penting bagi pengembangan perguruan tinggi keagamaan. “Nilai-nilai tersebut harus diinternalisasikan dalam tridarma perguruan tinggi agar pendidikan agama benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Rakernas Kemenag 2025 diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan yang bersifat operasional dan dapat diturunkan menjadi rencana aksi nyata di pusat maupun daerah. Dengan keterlibatan aktif pimpinan PTKIN seperti Rektor UINSU Medan, Rakernas ini menjadi titik awal kerja kolektif Kementerian Agama dalam mempersiapkan umat yang tangguh, moderat, dan berdaya saing di masa depan. (Humas)

