Medan (UINSU)
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menerima anugerah gelar adat dari Kesultanan Buton dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Baruga Keraton Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara. Gelar adat yang dianugerahkan adalah “Mia Ogena I Sara Agama”, sebuah gelar kehormatan yang memiliki makna mendalam sebagai pembesar negeri yang mengemban dan memimpin urusan pemerintahan di bidang keagamaan.
Penganugerahan gelar tersebut dilakukan langsung oleh Sultan Buton, La Ode Hasmin Ilimi, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi Menteri Agama dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan Islam, serta harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Buton. Salah satu wujud nyata kedekatan tersebut adalah pendirian Pondok Pesantren Al-Ikhlas yang saat ini telah menampung hampir 500 santri. Menag juga menegaskan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Indonesia.
“Pesantren dan madrasah adalah kebutuhan masa depan,” tegas Menteri Agama.

Menanggapi penganugerahan gelar adat tersebut, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada Menteri Agama Republik Indonesia.
“Atas nama civitas academica UINSU Medan, kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., atas penganugerahan gelar adat ‘Mia Ogena I Sara Agama’ dari Kesultanan Buton. Ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi beliau dalam memajukan kehidupan keagamaan, pendidikan Islam, serta penguatan moderasi beragama di Indonesia,” ujar Prof. Nurhayati.
Menurut Rektor UINSU Medan, anugerah tersebut tidak hanya menjadi kehormatan pribadi bagi Menteri Agama, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh insan pendidikan Islam di Indonesia. Nilai-nilai kepemimpinan, kearifan lokal, dan pengabdian terhadap umat yang tercermin dalam gelar adat tersebut sejalan dengan visi UINSU Medan dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia dan berwawasan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
UINSU Medan berharap amanah yang disematkan melalui gelar adat tersebut dapat semakin memperkuat peran Menteri Agama dalam membangun sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adat demi kemajuan umat dan bangsa. (Humas)
