UINSU

Medan (UINSU)
Senin, 19 Januari 2026 — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar apel pagi rutin pada Senin (19/1) yang dilaksanakan serentak di dua lokasi berbeda, yakni Kampus II Pancing dan Kampus IV Tuntungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya disiplin, etos kerja, serta sinergi antarunit di lingkungan kampus. Bertindak sebagai pembina apel di Kampus II adalah Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., sementara di Kampus IV Tuntungan, apel dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Abrar M. Dawud Faza, S.Fil., M.A.

Dalam amanatnya di Kampus II Pancing, Prof. Azhari Akmal Tarigan menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja unggul di lingkungan UINSU. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik dan administratif tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan perubahan budaya dan kesadaran kerja yang lebih baik. “Kita telah banyak memperoleh predikat unggul dan penghargaan, namun pertanyaan pentingnya adalah: apakah budaya kerja kita juga sudah unggul? Jangan sampai yang berubah hanya status di atas kertas,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti perlunya seluruh elemen kampus untuk beradaptasi dengan paradigma baru pengelolaan pendidikan tinggi, yang kini menuntut kreativitas, inovasi, serta kemampuan manajerial yang kompetitif. Prof. Azhari menjelaskan bahwa pengelolaan perguruan tinggi kini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memperhatikan aspek pemasaran, daya saing, dan efisiensi kinerja. “Kita harus mulai melihat kampus ini sebagai lembaga yang tidak hanya akademik, tetapi juga produktif, adaptif, dan mampu bersaing. Dosen dan pimpinan prodi harus aktif memasarkan program studinya dan membangun jaringan dengan dunia luar,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya keterlibatan seluruh dosen dan tenaga kependidikan dalam mendukung peningkatan jumlah mahasiswa baru. Upaya promosi, publikasi, dan partisipasi aktif di masyarakat harus dilakukan secara kolektif. “Mari jadikan tahun 2026 ini sebagai tahun kerja nyata dan kolaborasi bersama. Jika kita ingin kampus ini maju, maka semua pihak harus terlibat dalam membangun citra positif dan keunggulan UINSU,” tambahnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, di Kampus IV Tuntungan, Dr. Abrar M. Dawud Faza, S.Fil., M.A. dalam amanatnya mengingatkan pentingnya menjalankan amanah dan tanggung jawab kerja dengan penuh keikhlasan. Mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi” — setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya — Dr. Abrar menekankan bahwa setiap individu di lingkungan UINSU, baik pimpinan, dosen, maupun staf, memiliki tanggung jawab moral dan spiritual atas tugas yang diembannya. “Hadis ini bukan hanya untuk pemimpin besar, tetapi untuk kita semua. Karena setiap amanah yang kita pegang, sekecil apapun, akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Dr. Abrar juga mengingatkan agar semangat kerja di awal tahun tetap dijaga dan ditingkatkan, terutama dalam pelaksanaan kegiatan akademik dan pelayanan administrasi. Ia mencontohkan pelaksanaan ujian semester yang tengah berlangsung, yang memerlukan tanggung jawab dan disiplin dari seluruh dosen dan staf pengajar. “Mari kita jalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah di antara kita, semua punya peran penting bagi keberlangsungan universitas ini,” pesannya.

Apel pagi di dua lokasi tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kedua pembina apel menutup amanatnya dengan ajakan untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat budaya unggul, memperbaiki disiplin, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam mewujudkan visi besar UINSU sebagai universitas Islam negeri yang unggul dan berdaya saing global. (Humas)

Skip to content