UINSU

Labuhan Batu Utara (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Akbar Insan Cendekia (YAIC) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat di kompleks sekolah YAIC, Labuhanbatu Utara, pada Rabu (04/02/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru bagi penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag beserta rombongan stafnya dari Tim Admisi dan Promosi, Bagian Akademik dan Kemahasiswaan serta Humas. Hadir juga Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Samsul Tanjung, S.T., M.H, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Labuhanbatu Utara, Agus Priadi, S.Ag, M.Si, serta Pembina Yayasan Akbar Insan Cendekia, Dr. H. Tohar Bayoangin, M.Ag. didampingi Ibu Dra. Hj Elyani dan Ketua Yayasan Akbar Insan Cendekia, Muhammad Akbar Harahap, S.Pd.

Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, dalam sambutannya menekankan bahwa UINSU Medan saat ini telah bertransformasi menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia dengan raihan akreditasi “Unggul” pada tahun 2024. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran UINSU Medan di Labuhanbatu Utara melalui MoU ini bertujuan untuk memfasilitasi putra-putri daerah agar dapat melanjutkan pendidikan di kampus yang memiliki atmosfer akademik religius dan modern.

“UINSU Medan kini memiliki 29 program studi unggul dan kami terus berupaya meningkatkan kualitas, termasuk rencana pembukaan Fakultas Kedokteran tahun ini,” ujar Prof. Nurhayati. Ia juga menambahkan bahwa jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi peluang besar bagi guru dan tenaga kependidikan di Labura untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka tanpa harus meninggalkan tugas kedinasan.

Pembina YAIC, Dr. H. Tohar Bayoangin, M.Ag, memaparkan sejarah perjalanan yayasan yang ia dirikan bersama istrinya di atas tanah warisan keluarga. Sejak diluncurkan pada tahun 2021, YAIC telah berkembang pesat dengan memiliki ratusan murid dan fasilitas yang semakin lengkap berkat dukungan berbagai pihak, termasuk donatur seperti Haji Awaluddin Pane dan dukungan pemerintah daerah.

“Cita-cita kami adalah mendidik anak bangsa yang Sholeh, Cerdas, Santun, Bersyukur, dan Bahagia,” ungkap Dr. Tohar. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan UINSU Medan merupakan langkah strategis agar lulusan YAIC memiliki jalur yang jelas untuk menembus perguruan tinggi negeri berkualitas.

Kepala Kantor Kemenag Labuhanbatu Utara, Agus Priadi, S.Ag, M.Si, menyambut antusias kerja sama ini, terutama terkait kemudahan akses pendidikan bagi para guru madrasah melalui program PJJ. Ia menyatakan bahwa sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan seperti YAIC sangat krusial untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi melalui pendidikan karakter yang kuat. Agus juga mengapresiasi perhatian besar Pemerintah Kabupaten Labura yang selama ini telah banyak membantu sarana prasarana bagi Kemenag dan madrasah.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Samsul Tanjung, S.T., M.H, yang juga merupakan alumni doktoral UINSU Medan, memberikan apresiasi tinggi kepada Rektor UINSU yang bersedia turun langsung ke daerah untuk melakukan sosialisasi. Ia menekankan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Labura adalah prioritas utama pemerintahannya.

“Pemerintah Kabupaten sangat mendukung penuh kerja sama ini. Kami ingin anak-anak Labura mendapatkan gizi pendidikan yang terbaik guna menghilangkan ‘stunting’ intelektual dan mencetak pemimpin masa depan yang kompeten,” tegas Samsul Tanjung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan naskah MoU antara UINSU Medan dan YAIC, serta sesi sosialisasi PMB 2026 yang diikuti dengan antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa asal Labura di UINSU Medan, tetapi juga mendorong transformasi pendidikan Islam yang lebih inklusif dan berkualitas di Sumatera Utara. (Humas)

Skip to content