UINSU

Sibolga (UINSU)
Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (UINSU Medan) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap mahasiswa dan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Kali ini, bantuan disalurkan ke dua wilayah terdampak, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga.

Penyaluran bantuan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Februari 2026. Bantuan yang disalurkan berasal dari donasi civitas akademika UINSU Medan serta dukungan para mitra dan donatur, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI).

Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya para donatur dan Tim Satgas Tanggap Bencana UINSU yang turun langsung ke lokasi.

“Terima kasih kepada BSI dan HAEI atas kepercayaan dan kepeduliannya kepada mahasiswa dan masyarakat UINSU Medan. Saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Satgas Tanggap Bencana UINSU dan seluruh pihak yang telah berangkat langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Alhamdulillah, bantuan ini dapat disalurkan ke Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga,” ujar Rektor, Jumat (6/2/2026).

Tim Satgas Tanggap Bencana UINSU Medan yang ditugaskan ke wilayah Tapteng–Sibolga dipimpin langsung oleh Ketua Satgas, Dr. Zulham, M.Hum., bersama Sekretaris Satgas, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. Menurut Zulham, total bantuan uang tunai yang disalurkan kepada mahasiswa terdampak mencapai Rp118.800.000.

“Bantuan uang tersebut diberikan kepada 132 mahasiswa terdampak, masing-masing menerima Rp900.000. Dana ini termasuk bantuan dari Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) yang sebelumnya telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan UINSU dalam berbagai program kolaborasi, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan,” jelasnya.

Selain bantuan uang tunai, mahasiswa juga menerima paket bantuan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) berupa beras, sarung, dan mukena sebagai bentuk dukungan dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Penyaluran Terpusat di Masjid Agung Sibolga

Penyaluran bantuan kepada mahasiswa dipusatkan di Masjid Agung Kota Sibolga dan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi mahasiswa UINSU yang berdomisili di Kota Sibolga, sedangkan sesi kedua untuk mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam sambutannya, Dr. Zulham menyampaikan duka cita dari Rektor dan seluruh jajaran UINSU Medan atas musibah yang menimpa masyarakat, khususnya mahasiswa dan keluarga besar UINSU di wilayah Tapteng–Sibolga.

“Kami berharap anak-anak kami mahasiswa UINSU tetap semangat melanjutkan studi meskipun sedang menghadapi ujian berat. Begitu pula orang tua mahasiswa, semoga diberikan kesehatan dan kekuatan. Insyaallah, kita segera memasuki bulan Ramadan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Yakinlah bahwa Allah SWT akan menguatkan kita semua,” tuturnya, didampingi dosen UINSU asal Tapteng, Dr. Mardinal Tarigan.

Sekretaris Satgas, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., yang akrab disapa Koko, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara UINSU dan para mitra. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Sibolga yang telah memfasilitasi lokasi penyaluran bantuan.

“Civitas akademika UINSU menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, Syahbi Hutagalung, mahasiswa semester VII Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UINSU, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami, setidaknya bisa menjadi tambahan untuk pembayaran UKT dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Bantuan untuk Pengungsi Desa Kebun Pisang, Badiri

Usai kegiatan di Kota Sibolga, Satgas Tanggap Bencana UINSU melanjutkan penyaluran bantuan ke Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Desa Kebun Pisang. Wilayah ini termasuk salah satu daerah yang terdampak paling parah akibat banjir dan longsor. Hingga kini, warga Dusun II dan Dusun III masih bertahan di tenda-tenda pengungsian setelah rumah mereka rusak dan hanyut diterjang banjir.

Di lokasi pengungsian, bantuan diserahkan kepada masyarakat melalui Sekretaris Desa Kebun Pisang, Amrizal Effendi, dan disaksikan langsung oleh warga. Bantuan yang disalurkan berupa beras, mi instan (Indomie) dari BSI, serta pakaian layak pakai yang dihimpun dari keluarga besar UINSU Medan.

Amrizal Effendi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UINSU Medan dan seluruh pihak yang terlibat.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami dan mampu meringankan beban masyarakat pascabencana, terlebih menjelang bulan suci Ramadan di mana kebutuhan hidup biasanya meningkat,” ujarnya.

Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bukti komitmen UINSU Medan untuk terus hadir dan berperan aktif dalam membantu mahasiswa dan masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi dengan mitra strategis dalam aksi-aksi kemanusiaan. (Humas)

Skip to content