UINSU

Medan (UINSU)
Senin, 9 Februari 2026 — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali melaksanakan apel pagi rutin pada Senin (9/2) yang diselenggarakan serentak di dua lokasi, yakni Kampus II Pancing dan Kampus IV Tuntungan. Apel pagi ini menjadi sarana penguatan kedisiplinan, refleksi diri, serta penanaman nilai-nilai akademik dan spiritual bagi seluruh sivitas akademika UINSU Medan. Bertindak sebagai pembina apel di Kampus II Pancing adalah Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum., sedangkan di Kampus IV Tuntungan apel dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial (FIS), M. Yose Rizal, M.A.

Dalam amanatnya di Kampus II Pancing, Prof. Tien Rafida mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan apel pagi sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa setiap individu dituntut untuk terus belajar dari pengalaman hari demi hari dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Menurutnya, kehadiran dalam apel pagi merupakan wujud kontribusi sederhana namun bermakna dalam membangun profesionalisme dan komitmen bersama di lingkungan kampus.

Prof. Tien Rafida juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam menyongsong waktu-waktu penting ke depan, termasuk persiapan diri menjelang bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana membersihkan niat, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial. “Jika hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini, maka kita sedang berada di jalan perbaikan,” pesannya, seraya menegaskan bahwa kontribusi sekecil apa pun memiliki nilai jika dilakukan dengan kesungguhan.

Sementara itu, di Kampus IV Tuntungan, M. Yose Rizal, M.A. dalam amanatnya menyoroti pentingnya nilai tasawuf dalam kehidupan akademik dan kerja sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa tasawuf tidak hanya dipahami sebagai hubungan spiritual antara manusia dan Allah SWT, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara seseorang menjalani kehidupan sosial dan profesional. Menurutnya, tasawuf adalah praktik nyata dalam menjaga keseimbangan antara dimensi lahiriah dan batiniah dalam bekerja dan mengabdi.

Ia menambahkan bahwa kehadiran dalam apel pagi merupakan bagian dari amaliah dan latihan spiritual yang membentuk keikhlasan, kedisiplinan, serta ketenangan batin. Dengan bekerja dan beraktivitas berlandaskan kesadaran spiritual, seluruh tugas akademik dan administratif diharapkan bernilai ibadah dan membawa keberkahan, baik bagi individu maupun institusi. M. Yose Rizal juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan setiap aktivitas kampus sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Apel pagi di kedua kampus berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi cerminan komitmen UINSU Medan dalam membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja dan capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesadaran spiritual, dan perbaikan diri yang berkelanjutan sebagai fondasi utama kemajuan universitas. (Humas)

Skip to content