UINSU

KUALASIMPANG (UINSU)

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melalui Satgas Tanggap Bencana kembali menyalurkan bantuan tahap akhir bersama Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), Sabtu (14/2/2026). Bantuan yang diberikan berupa mesin pompa air (jet pump), sarung, mukena, beras, serta pakaian layak pakai.

Ketua Satgas Tanggap Bencana UINSU Medan, Zulham, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan arahan Rektor UINSU, Nurhayati, sekaligus hasil koordinasi dengan donatur HAEI-BSI. Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung aktivitas masjid dan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Tim Satgas bergerak dari Medan menuju Aceh Tamiang bersama Bendahara HAEI Sekretariat Sumut, Erwin. Setelah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, Buyung Arifin, tim menuju Kecamatan Rantau untuk menyalurkan bantuan ke Masjid Miftahul Jannah (Kampung Durian) dan Masjid As Syuhada (Benua Raja).

Imam Miftah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. Menurutnya, mesin pompa air dan bantuan lainnya akan sangat bermanfaat bagi kebutuhan jamaah dan masyarakat sekitar.

Selanjutnya, bantuan juga disalurkan ke sejumlah masjid lainnya, antara lain Masjid Besar Al Huda (Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru), Masjid Baiturrahman (Kota Lintang, Kecamatan Kualasimpang), Masjid Nurul Iman (Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru), Masjid Syuhada (Kuala Simpang), Masjid Al Chairiah (Kuala Simpang), serta Masjid Babul Huda (Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang). Bantuan turut diberikan kepada SMA Swasta dan Panti Asuhan Al Washliyah di Aceh Tamiang.

Sekretaris Satgas, Fauzi Arif Lubis, menjelaskan bahwa total 10 mesin pompa air telah disalurkan. Untuk panti asuhan, tim juga memberikan pakaian layak pakai yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh anak-anak di sana.

Ketua HAEI Sumatera Utara Zulfadli yang diwakili Bendahara HAEI, Erwin, menyampaikan bahwa masyarakat Aceh Tamiang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat pulih sepenuhnya. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi mempercepat pemulihan ekonomi dan infrastruktur daerah tersebut.

Buyung Arifin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Rektor dan Satgas UINSU Medan bersama perwakilan HAEI yang turun langsung ke lokasi. Ia berharap kegiatan ini menjadi amal ibadah bagi semua yang terlibat.

30 Mahasiswa UINSU di Aceh Tamiang Terima Bantuan

Selain bantuan untuk masjid dan masyarakat, tim juga menemui orang tua serta mahasiswa UINSU yang terdampak banjir di Aceh Tamiang dan sekitarnya. Sebanyak 30 mahasiswa atau keluarga korban menerima bantuan uang tunai Rp900.000, beras, dan perlengkapan salat.

Dalam penyerahan bantuan di Masjid Syuhada Kuala Simpang, Dr. Zulham menyampaikan bahwa bantuan tersebut berasal dari keluarga besar dosen dan pegawai UINSU melalui Bansos UINSU, serta dukungan HAEI dan BSI. Ia berpesan agar bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk untuk membantu pembayaran UKT bagi yang membutuhkan.

Salah satu mahasiswa penerima bantuan, Intan Dara (FIS), menyampaikan terima kasih kepada pihak rektorat dan para donatur. Ia juga mengapresiasi kebijakan perpanjangan masa pembayaran UKT hingga 20 Februari 2026 bagi mahasiswa yang belum mampu melunasi pembayaran sebelumnya. (Humas)

Skip to content