Medan (UINSU)
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan resmi meluncurkan Program Pembinaan Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an. Kegiatan launching ini dipimpin langsung oleh Dekan FDK UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasan Sazali, MA, di Aula FDK UIN Sumatera Utara Medan, Selasa (24/02/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan III FDK UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, para pejabat dan pimpinan program studi di lingkungan FDK, Kepala Bagian Tata Usaha, para ketua dan sekretaris prodi, Kepala Laboratorium FDK, serta guru tahfidz Bachtiar Ahmad Fani Rangkuti, M.Si. Kehadiran para dosen dan staf semakin menambah semarak acara launching program tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Hasan Sazali menyampaikan bahwa program pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an di kalangan mahasiswa FDK. Ia menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan hal mendasar yang harus dimiliki mahasiswa FDK.
“Kita tidak kalah dengan fakultas lain di UINSU. Mahasiswa FDK memiliki potensi besar, terlebih dalam membaca Al-Qur’an. Program ini kita dukung sepenuhnya karena sangat penting untuk membangun kesadaran akan urgensi Al-Qur’an dalam kehidupan akademik maupun pribadi,” ujarnya.
Ia berharap program ini mampu menumbuhkan kecintaan dan kesadaran mahasiswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Program Pembinaan Tahfidz dan Tahsin ini menjadi salah satu langkah nyata FDK dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan serta pemahaman keislaman, khususnya dalam bidang Al-Qur’an.
“Yang terpenting, program ini dapat menginspirasi mahasiswa menjadi penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang baik serta disegani, baik di dalam maupun di luar kampus,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FDK, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, dalam bimbingan teknisnya mengungkapkan data dari Kementerian Agama RI tahun 2020 yang menunjukkan bahwa jumlah penghafal Al-Qur’an di Indonesia baru sekitar 3 juta orang. Jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan total populasi Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa, atau hanya sekitar 1–2 persen saja.
“Kami berharap melalui program ini, FDK UIN Sumatera Utara dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan jumlah hafidz Al-Qur’an di Indonesia,” ungkapnya.
Sebanyak 180 lebih mahasiswa FDK UINSU tercatat mengikuti program ini. Mereka akan mendapatkan pembinaan intensif untuk memperdalam kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar. Program ini juga dirancang dengan berbagai pelatihan dan pendampingan langsung oleh para pengajar yang kompeten di bidangnya.
Ke depan, program Pembinaan Tahfidz dan Tahsin ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa FDK UIN Sumatera Utara, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Indonesia.
Melalui program ini, mahasiswa FDK diharapkan tidak hanya menjadi sarjana yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan spiritualitas yang kuat, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini bukan hanya sarana peningkatan akademik, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Nurhayati, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif FDK tersebut. Menurutnya, program Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an sejalan dengan visi UINSU dalam membangun generasi unggul yang berkarakter Qur’ani.
“Program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas keislaman kampus. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi terus berkembang dan melahirkan mahasiswa yang mencintai Al-Qur’an, menjadikannya pedoman hidup, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” ungkap Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh fakultas untuk menghadirkan suasana akademik yang religius, sehingga UINSU semakin dikenal sebagai kampus yang unggul dalam integrasi keilmuan dan nilai-nilai Al-Qur’an. (Humas)

