Medan (UINSU)
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag., memberikan ulasan mendalam pada acara peluncuran buku terbaru karya ulama kharismatik Buya Assoc. Prof. Dr. KH. Amiruddin MS. Buku berjudul “Indahnya Cahaya Cinta Ilahi: Pendidikan Spiritualitas Insan Muttaqin” tersebut dibedah dalam suasana khidmat di International Rahmat Gallery, Sabtu (11/4), bertepatan dengan peringatan 100 hari wafatnya Almh. Ummi Hj. Siti Supiati.
Dalam paparannya, Prof. Muzakkir menegaskan bahwa buku setebal 180 halaman ini merupakan panduan praktis untuk membentuk karakter Insan Muttaqin. Beliau merangkum isi pemikiran Buya Amiruddin ke dalam empat pesan utama yang menjadi pilar ketakwaan. Pertama, Al-Khawf minal Jalil, yaitu menanamkan rasa takut kepada Allah SWT. Rasa takut ini dibangun melalui dawamudz-dzikir (senantiasa berzikir) agar hati selalu hidup dan “pandai merasa” akan kehadiran Tuhan. Kedua, Al-Amalu bit-Tanzil, yakni mengamalkan Al-Qur’an dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.



Poin ketiga yang ditekankan adalah Al-Qana’atu bil-Qalil, yaitu sikap merasa cukup dan bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah, baik besar maupun kecil. Terakhir, yang keempat adalah Al-Isti’dadu li Yaumir-Rahil, yakni mempersiapkan bekal untuk hari akhir. Prof. Muzakkir mengingatkan bahwa kematian adalah guru sejati yang bisa datang kapan saja, sehingga pribadi yang bertakwa harus terus menebar manfaat bagi orang lain sesuai prinsip Khairunnas Anfa’uhum Linnas.
Selain empat pilar tersebut, Prof. Muzakkir membagikan resep “Awet Muda” yang beliau temukan dalam konsistensi kehidupan Buya Amiruddin dan tokoh nasional Rahmat Shah, yang disebutnya sebagai filosofi “Jamu Jati Kendi”. Ramuan spiritual ini terdiri dari: Jamu (Jaga Mulut), yaitu menjaga lisan dari ucapan buruk serta menjaga asupan makanan dari sumber yang halal; Jati (Jaga Hati), menghindari penyakit hati seperti sombong, dengki, dan marah yang dapat merusak imun tubuh; serta Kendi (Kendalikan Diri), hidup bersahaja, tidak berlebihan, dan selalu bersyukur.
Acara ini diperkuat dengan kehadiran tokoh nasional, Tun Dato’ Sri Dr. H. Rahmat Shah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan menebar manfaat tanpa pamrih. Beliau membagikan rahasia semangat hidupnya yang berlandaskan keikhlasan jiwa serta mengajak masyarakat untuk selalu menghormati jasa orang tua. “Kita harus terus berbuat kebaikan sekecil apa pun, di mana pun kita berada, karena hanya dengan kebersamaan kita mampu menciptakan kesejahteraan dan membangun bangsa yang lebih baik,” ujar Rahmat Shah.
Sementara itu, Buya KH. Amiruddin MS mengungkapkan rasa haru dan syukur atas terlaksananya kegiatan ini sebagai bentuk doa bagi almarhumah istrinya. Beliau menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan refleksi perjalanan spiritual dan dedikasi cinta yang diharapkan dapat menjadi amal jariyah serta warisan ilmu bagi umat Islam. Melalui bedah buku ini, nilai-nilai pendidikan spiritualitas diharapkan dapat diimplementasikan oleh civitas akademika UIN SU dan masyarakat luas demi mewujudkan insan yang matang secara spiritual dan sosial. (Humas)






