UINSU

Medan (UINSU)
Semangat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan semakin nyata terlihat dalam rangkaian agenda Safari Ramadan 1447 H. Kehadiran Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UINSU, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., sebagai narasumber utama dalam dua pertemuan strategis Pemko Medan menjadi simbol kuat implementasi kerja sama akademik dan pengabdian masyarakat. Sinergi ini tidak hanya mempererat silaturahmi birokrasi dan akademisi, tetapi juga membawa pesan-pesan kesejukan agama yang relevan dengan visi pembangunan kota yang sedang digencarkan oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (9/3/2026) di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Medan Selayang, di mana Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, menyerahkan berbagai bantuan stimulan kemakmuran masjid. Dalam kesempatan tersebut, penekanan utama diberikan pada perwujudan Masjid Mandiri, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi melalui pembentukan koperasi masjid guna mendukung kemandirian umat. Hal ini selaras dengan semangat “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan” yang ditegaskan sebagai bagian dari kebersamaan, yang dalam bahasa agama disebut sebagai konsep berjamaah untuk menghadirkan keberkahan bagi seluruh warga kota. Kehadiran tokoh intelektual UINSU, Prof. Muzakkir, dalam agenda ini sejalan dengan ambisi Pemko Medan yang ingin menyatukan visi pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Puncak kebersamaan berlanjut pada Selasa (10/3/2026) di Gedung PKK Kota Medan dalam acara buka puasa bersama relawan, partai, dan fraksi DPRD Kota Medan. Di hadapan Wali Kota Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap serta Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Prof. Muzakkir menyampaikan tausiah mendalam mengenai filosofi kebersamaan atau “berjamaah”. Beliau menganalogikan pentingnya persatuan dengan hadis Nabi yang menyatakan bahwa berjamaah mendatangkan keberkahan, sementara perpecahan hanya akan memicu kehancuran. Pesan ini menjadi penguat bagi Pemko Medan yang saat ini sedang fokus menyatukan tekad berbagai elemen masyarakat untuk membangun kota.

Dalam paparan materinya yang memukau, Prof. Muzakkir memperkenalkan filosofi “Jarum vs Gunting” serta “Mata Lebah vs Mata Lalat” sebagai refleksi bagi para pemangku kepentingan di Medan. Beliau mengajak hadirin untuk menjadi seperti jarum yang menyatukan potongan kain yang tercerai-berai menjadi tatanan indah, bukan seperti gunting yang memutus hubungan. Lebih lanjut, beliau menekankan agar masyarakat memiliki “mata lebah” yang selalu mencari kebaikan dan sisi positif dari proses pembangunan yang sedang berjalan, alih-alih memiliki “mata lalat” yang hanya fokus mencari kekurangan atau “kotoran” di tengah kemajuan kota.

Gayung bersambut, Wali Kota Medan Rico Waas dalam sambutannya merespons pesan kebersamaan tersebut dengan memaparkan berbagai capaian nyata hasil kolaborasi timnya selama setahun terakhir. Rico mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Medan melesat tajam pada 2025 yang dibarengi dengan terserapnya 23.800 tenaga kerja riil dari target 50.000 lapangan kerja. Tak hanya itu, iklim investasi di Medan meningkat hingga 200 persen, mencapai angka Rp14,5 triliun dari target awal Rp7,6 triliun, yang menunjukkan kepercayaan publik dan investor terhadap stabilitas keamanan kota.

Di sektor infrastruktur dan keamanan, Wali Kota menjelaskan bahwa sepanjang 195 km jalan rusak telah tuntas diperbaiki selama 2025, dan tingkat kejahatan jalanan atau begal diklaim menurun sebesar 14 persen berkat kolaborasi lintas sektor. Rico bahkan menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan bagi warganya dengan menyiapkan skema pendanaan khusus guna meng-cover biaya rumah sakit bagi korban begal yang tidak ditanggung BPJS. Pencapaian ini, menurut Rico, adalah buah dari kerja keras tim dan dukungan masyarakat yang melihat proses pembangunan dengan pandangan yang objektif.

Menatap tahun 2026, Pemko Medan siap melakukan “tancap gas” dengan program-program unggulan seperti tambahan bantuan PKH untuk 10.000 lansia dan disabilitas, serta revitalisasi besar-besaran fasilitas kesehatan termasuk RS Pirngadi dan seluruh Puskesmas. Rico juga menjanjikan 12 ruas jalan protokol akan bersih dari kabel melintang pada tahun ini untuk mempercantik estetika kota. Visi besar ini tentunya membutuhkan pendampingan intelektual dari kampus seperti UINSU agar implementasinya tetap berada pada koridor kesejahteraan masyarakat dan nilai-nilai keislaman yang moderat.

Melalui rangkaian Safari Ramadan ini, UINSU Medan membuktikan perannya bukan sekadar menara gading, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan agama yang transformatif. Kehadiran Prof. Muzakkir tidak hanya memberikan nutrisi spiritual bagi jajaran Pemko Medan dan relawan, tetapi juga mempertegas bahwa pembangunan fisik kota harus berjalan beriringan dengan pembangunan mental dan spiritual warganya. Dengan sinergi yang terus terjaga, harapan untuk menjadikan Medan lebih maju, hebat, dan berkah sebagaimana yang dicita-citakan bersama, kini terasa semakin dekat untuk diwujudkan. (Humas)

Skip to content