UINSU

Medan (UINSU)

Tiga mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan terpilih untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam ajang 6th Education for Public Health (EC for PHR) International Conference yang akan diselenggarakan di Walailak University, Thailand, pada 27 Maret 2026.

Ketiganya akan berpartisipasi bersama akademisi dari berbagai negara, seperti Malaysia, India, Vietnam, Thailand, dan Ethiopia. Konferensi ini mengusung tema “Education for Sustainable Public Health: Building Capacity, Resilience, and Equity for Future Generations”. Seluruh abstrak yang lolos seleksi reviewer memperoleh fasilitas pembebasan biaya presentasi (free of charge).

Adapun tiga delegasi tersebut mengangkat penelitian berbasis data nasional, yaitu:

  • Dhea Rizky Fitri Saragi (mahasiswi aktif) meneliti faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tuberkulosis pada anak balita di Indonesia melalui riset berjudul “Determinants of Tuberculosis (TB) in Children Under Five Years in Indonesia: Studies from National Survey”.
  • Sri Rahayu (mahasiswi aktif) mengkaji determinan pemanfaatan layanan kesehatan tradisional dengan judul “Determinants of the Use of Traditional Health Services (Based on Secondary Data Analysis of the 2023 Indonesian Health Survey)”.
  • Faiza Adinda (alumni) meneliti pengaruh kebijakan kawasan tanpa rokok terhadap prevalensi pneumonia pada balita melalui studi berjudul “Smoke-Free Area Policy and Pneumonia Prevalence Among Toddlers in Indonesia (Secondary Data Analysis of the 2023 Indonesian Health Survey)”.

Ketiga penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan bimbingan Putra Apriadi Siregar, M.Kes. Topik yang diangkat, khususnya terkait tuberkulosis dan pneumonia pada balita, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 3.3 dalam upaya mengakhiri epidemi penyakit menular.

Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan mahasiswa menembus forum akademik internasional menjadi bukti bahwa riset berbasis data nasional yang dilakukan di kampus memiliki kualitas yang diakui secara global. Selain itu, capaian ini juga memperkuat langkah internasionalisasi UINSU serta meningkatkan pengakuan di tingkat internasional.

Dalam konferensi tersebut, para delegasi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para pakar, di antaranya Dr. Chawetsan Namwat dari Thai Health Promotion Foundation dan Prof. Dr. Shamarina Shohaimi dari Universiti Putra Malaysia. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah presentasi hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset internasional bagi mahasiswa UINSU.

Konferensi yang diselenggarakan oleh School of Public Health, Walailak University ini akan berlangsung secara hybrid di Khao Luang Chamber dengan partisipasi peserta dari berbagai negara. Keikutsertaan UINSU dalam forum ini dinilai strategis dalam memperkuat reputasi sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kebijakan kesehatan publik berkelanjutan. (Humas)

Skip to content