Medan (UINSU)
Pusat Pengembangan Bahasa (PUSPESA) UIN Sumatera Utara Medan turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan ini bertajuk Penguatan Penerapan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) Adaptif bagi Perguruan Tinggi di Kota Medan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 10–11 Maret 2026 tersebut, diikuti oleh para dosen perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan. Adapun pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai leading sector.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UNPRI, Dr. Dian Syafitri, S.S., M.Hum, memaparkan pengalaman institusinya dalam mengimplementasikan UKBI sebagai salah satu persyaratan kelulusan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa UKBI telah disosialisasikan secara bertahap kepada mahasiswa, khususnya menjelang wisuda, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sementara itu, narasumber dari Balai Bahasa, Imran, menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai UKBI Adaptif, termasuk tingkatan kemahiran berbahasa yang terdiri atas: Terbatas, Marginal, Semenjana, Madya, Unggul, Sangat Unggul, hingga Istimewa. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pelaksanaan uji UKBI kepada seluruh peserta sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan pemahaman.
Kepala PUSPESA UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi yang baik antara Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dengan Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sumatera Utara Medan serta berbagai perguruan tinggi di Medan. Dalam kegiatan ini, PUSPESA diwakili oleh Putra Thoip Nasution, S.Pd.I., M.Pd.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa penerapan UKBI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan, terutama dalam aspek kemahiran berbahasa Indonesia. Meskipun saat ini implementasinya masih difokuskan pada program studi Bahasa Indonesia, ke depan diharapkan dapat menjadi kebijakan yang berlaku bagi seluruh program studi, sebagaimana persyaratan kemampuan bahasa asing seperti TOEFL dan TOAFL.
Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif PUSPESA dalam kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa penguatan kompetensi bahasa Indonesia merupakan bagian penting dalam membangun karakter akademik mahasiswa yang unggul dan berdaya saing.
“Partisipasi aktif dalam program-program kebahasaan seperti ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu lulusan UIN Sumatera Utara Medan, sekaligus memperkuat peran institusi dalam pengembangan bahasa di tingkat regional maupun nasional,” ungkap Rektor.
Melalui keterlibatan ini, PUSPESA UIN Sumatera Utara Medan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program kebahasaan di Sumatera Utara serta berkontribusi dalam penguatan literasi bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi. (Humas)
