Langkat (UINSU)
Momen Idul Adha 1447 Hijriah menjadi wujud nyata kepedulian sosial Kementerian Agama Republik Indonesia. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., melalui Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, secara resmi menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat di kawasan Pusat Persulukan Babussalam, Besilam, Kabupaten Langkat.
Hewan kurban tersebut diserahkan oleh tim delegasi UINSU Medan dan diterima langsung dengan hangat oleh Pimpinan Pusat Persulukan Babussalam, Tuan Guru Dr. Zikmal Fuad, MA. pada hari ini selasa (26/05). Delegasi UINSU Medan yang bertugas menyerahkan amanah dari Menteri Agama tersebut terdiri dari jajaran pimpinan dan panitia, di antaranya: Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A. Ketua Panitia Kurban (Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam), Rahmat Daim Harahap, M.Ak. – Wakil Sekretaris (Ketua Pusat Pengembangan Bisnis), Dr. Irwansyah, M.H. Koordinator Penyembelihan (Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat), Legiman, S.H.I., M.H. Wakil Koordinator Acara (Pranata Humas)


Implementasi Nyata “Kemenag Berdampak”
Ketua Panitia, Dr. Fauzi Arif Lubis, M.A., yang mewakili rombongan menyampaikan bahwa pemilihan Besilam sebagai lokasi penyaluran kurban Menteri Agama bukan tanpa alasan. Kawasan Besilam baru-baru ini menjadi salah satu daerah yang terdampak bencana banjir, sehingga membutuhkan perhatian dan sentuhan langsung dari pemerintah.
“Penyaluran sapi kurban ke Besilam ini adalah bentuk kepedulian dan simpati yang mendalam dari Bapak Menteri Agama dan jajaran Kementerian Agama. Ini merupakan bentuk nyata dari program ‘Kemenag Berdampak’, di mana kehadiran Kementerian Agama harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama mereka yang sedang diuji dengan musibah seperti banjir di daerah ini,” jelas Dr. Fauzi.
Diharapkan, daging kurban ini nantinya dapat didistribusikan kepada warga Besilam yang terdampak, guna meringankan beban sekaligus membawa kebahagiaan di hari raya Idul Adha.
Secara terpisah, Rektor UINSU Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan penyaluran hewan kurban dari Menteri Agama di Pusat Persulukan Babussalam ini.
Menurut Rektor, Pusat Persulukan Babussalam Besilam bukan sekadar pemukiman warga, melainkan episentrum spiritual (Tariqat Naqsyabandiyah) yang memiliki sejarah panjang dan nilai sosiokultural yang sangat dihormati di Sumatera Utara, bahkan hingga ke mancanegara.
“Kami dari UINSU Medan sangat mengapresiasi dan bangga dapat menjadi perpanjangan tangan Bapak Menteri Agama dalam menyalurkan kurban ini. Penyerahan di Pusat Persulukan Babussalam sangat tepat sasaran. Selain membantu warga yang terdampak banjir, hal ini juga mempererat ukhuwah islamiyah antara umarah (pemerintah), ulama (tokoh agama), dan masyarakat akar rumput,” ungkap Rektor UINSU.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, UINSU Medan, dan tokoh masyarakat di Besilam, ibadah kurban tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, melainkan menjadi ibadah sosial yang menguatkan ketahanan masyarakat pasca bencana. (Humas)

