Medan (UINSU)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan resmi melaksanakan Ujian Masuk Jalur Mandiri Reguler Tahun Akademik 2026/2027 pada Selasa (21/7/2026). Ujian yang berlangsung di Laboratorium Komputer dan Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus IV UINSU Tuntungan ini diikuti sebanyak 449 peserta dan merupakan bagian dari rangkaian seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Juli 2026.
Pelaksanaan ujian mendapat perhatian langsung dari Wakil Rektor Bidang Akademik UINSU Medan, Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. Beliau hadir untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana, memastikan kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer, serta memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti seleksi dengan tenang, jujur, dan penuh percaya diri.



Dalam peninjauannya, Prof. Azhari Akmal Tarigan menegaskan bahwa seleksi Jalur Mandiri merupakan salah satu mekanisme resmi UINSU dalam menjaring calon mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, integritas, dan potensi untuk berkembang di lingkungan perguruan tinggi. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan calon mahasiswa terbaik.
Selain meninjau ruang ujian, Wakil Rektor Bidang Akademik juga berdialog dengan panitia pelaksana untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, mulai dari proses registrasi peserta, pelaksanaan ujian, hingga kesiapan sistem komputer yang digunakan selama seleksi.
Suasana pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif. Sebanyak 449 peserta mengikuti setiap tahapan seleksi sesuai jadwal dan tata tertib yang telah ditetapkan panitia. Kehadiran pimpinan universitas di lokasi ujian menjadi bentuk komitmen UINSU dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh calon mahasiswa.
Melalui pelaksanaan Ujian Masuk Jalur Mandiri Reguler Tahun 2026 ini, UINSU Medan berharap dapat menjaring generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peradaban Islam di masa depan. (Humas)






