UINSU

Medan (UIN SU)

Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan bersama International Institute for Halal Research and Training (INHART) IIUM Malaysia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Driving Environmental Sustainability Through Circular Creative Economy and Environmental Accounting in Indonesian Malaysian SMEs” di Hotel Madani Medan, Jumat (23/7/2026).

FGD ini dilaksanakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara, Asosiasi UMKM Sumatera Utara (Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia), dan para pelaku usaha UMKM bidang kuliner (food and beverage) dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membincangkan tantangan dan strategi penerapan ekonomi sirkular dalam praktik usaha UMKM bidang kuliner .

Tema yang diangkat menyoroti dua pendekatan utama: Circular Creative Economy dan Environmental Accounting. Circular Creative Economy mendorong UMKM kreatif memanfaatkan limbah dan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah. Sementara Environmental Accounting membantu pelaku usaha mencatat dampak lingkungan dan efisiensi penggunaan sumber daya dalam laporan usaha.

Fokus utama diskusi adalah bagaimana pelaku UMKM dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga bumi. Isu pengurangan populasi sampah, efisiensi bahan baku, dan peningkatan nilai ekonomi produk menjadi poin penting yang dibahas bersama para peserta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab. Melalui ekonomi sirkular, UMKM didorong untuk mengurangi limbah, menghemat sumber daya, dan menciptakan model bisnis yang berkelanjutan. Di samping SDG 12, proyek ini juga berkontribusi terhadap dukungan SDG 6 dengan memakai air berulang, SDG 8 dengan pengolahan limbah, SDG 14 dan 15 mengurangi sampah plastik di laut dan darat.

Dalam sambutannya, Dr. Kamilah, M.Si, dari UIN Sumatera Utara, menyampaikan bahwa FGD ini penting untuk menjembatani riset akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Kami ingin memastikan hasil penelitian bisa langsung diadopsi oleh UMKM agar berdampak pada peningkatan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujarnya. Di samping itu, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, menambahkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan dan mendukung ekonomi sirkukar, efisiensi dan peningkatan nilai ekonomi produk yang menjadikan pelaku UMKM naik kelas.

Senada dengan itu, Dr. Betania Kartika, dari IIUM Malaysia, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara. “Indonesia dan Malaysia memiliki tantangan dan potensi UMKM yang mirip. Dengan berbagi praktik baik, kita bisa mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular,” katanya.

FGD ini merupakan bagian dari penelitian bersama UIN Sumatera Utara Medan dan INHART IIUM Malaysia. Penelitian ini mengkaji implementasi ekonomi sirkular dan akuntansi lingkungan pada UMKM di kedua negara.

Tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini adalah Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag, Dr. Kamilah, M.Si, Dr. Nurizal Ismail, Ph.D, dan Dr. Betania Kartika Muflih. Keempat peneliti memiliki fokus pada bidang ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM.

Kegiatan FGD ini dibiayai melalui dana BOPTN 2026. Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan UIN Sumatera Utara dan INHART IIUM menggelar diskusi, riset lapangan, dan kegiatan tindak lanjut bersama pemangku kepentingan.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan UMKM di Indonesia dan Malaysia dapat memperkuat perannya dalam ekonomi sirkular. Hal ini sekaligus berkontribusi pada pengurangan sampah, peningkatan nilai produk, dan terwujudnya pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Humas)

Skip to content