UINSU

MEDAN (UINSU) — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan meneguhkan komitmennya sebagai kampus kebangsaan dan pusat peradaban Islam dengan menggelar dua rangkaian acara strategis nasional, Selasa (28/7/2026). Bertempat di kampus UINSU Medan, kegiatan kolaboratif yang menggandeng Komisi XIII DPR RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Hjh. Nurhayati, M.Ag., perwakilan BPIP Janry Sitanggang, pimpinan universitas, serta ratusan mahasiswa dan sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Hjh. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI beserta jajaran BPIP. Rektor menegaskan bahwa Pancasila adalah pilar dan perekat utama bangsa Indonesia yang nilai-nilai luhurnya sangat sejalan dengan ajaran Islam.

“Pancasila dan ajaran Islam tidak pernah bertentangan, melainkan saling menguatkan. Sila-sila Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui forum ini, kita ingin mahasiswa UINSU tidak hanya paham teori Pancasila, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kebiasaan sehari-hari, seperti rasa empati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Prof. Nurhayati.

Rektor juga mengungkapkan harapan agar sinergi antara Komisi XIII DPR RI, BPIP, dan UINSU Medan terus diperkuat di masa mendatang, termasuk dalam program edukasi pencegahan radikalisme, deradicalisasi, hingga literasi kebangsaan berbasis pendekatan hukum dan keagamaan yang moderat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., memberikan orasi pencerahan yang membakar semangat para peserta. Mengutip bait lagu kebangsaan Indonesia Raya, beliau menekankan pentingnya mendahulukan pembangunan jiwa dan karakter bangsa.

“Lagu bangsa kita mengajarkan ‘Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya’. Membangun fisik tanpa membangun jiwa dan ideologi hanya akan melahirkan masyarakat tanpa arah. Pembangunan ideologi Pancasila adalah syarat mutlak agar bangsa ini kokoh menghadapi berbagai ancaman zaman,” tegas Dr. Sugiat Santoso.

Beliau juga menambahkan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan prioritas utama dalam Asta Cita kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto, yang melandasi seluruh program pembangunan fisik dan kesejahteraan masyarakat lainnya.

Agenda 1: Meneguhkan Negara Hukum yang Berkeadilan dan Perlindungan HAM dalam Bingkai Pancasila

Rangkaian acara pertama diisi dengan diskusi publik nasional bertajuk “Meneguhkan Negara Hukum yang Berkeadilan: Perlindungan HAM dalam Bingkai Pancasila”.

Diskusi ini menghadirkan narasumber pakar, di antaranya Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag. (Ketua LPM UINSU) dan Dr. Faisal Riza, M.A. Forum ini menjadi ruang refleksi kritis bahwa penegakan hukum dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia harus selalu berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila—yaitu hukum yang ber-Ketuhanan, berkeadilan sosial, serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Para pemateri menggarisbawahi pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan Islam seperti UINSU dalam melahirkan calon sarjana dan cendekiawan muslim yang memiliki kesadaran hukum tinggi, berintegritas, serta menjadi benteng perlindungan HAM yang adil di tengah masyarakat.

Agenda 2: Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Kepada Masyarakat

Sesi kedua dilanjutkan dengan kegiatan “Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Kepada Masyarakat”. Agenda ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa UINSU agar siap diterjunkan sebagai agen perubahan dan pilar persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Perwakilan BPIP, Janry Sitanggang, menjelaskan pentingnya kolaborasi dengan universitas. Dengan jumlah personel BPIP yang terbatas secara nasional, peran aktif mahasiswa dan akademisi Perguruan Tinggi Islam menjadi kunci utama pembungkaman narasi perpecahan dan pembumian nilai Pancasila.

Melalui Gerakan Kebajikan Pancasila ini, para relawan mahasiswa diajak untuk mendedikasikan waktu, pikiran, keahlian, dan jaringan mereka untuk memberikan dampak sosial nyata. Relawan tidak hanya bertugas memperkuat literasi kebangsaan, tetapi juga menjadi contoh konkret (role model) dalam aksi-aksi kebajikan, toleransi, pertolongan sosial, dan gotong royong di lingkungan masyarakat Sumatera Utara.

Perwakilan mahasiswa UINSU Medan menyambut hangat pembentukan relawan ini dan berkomitmen untuk mengaplikasikan ilmu serta semangat kebajikan Pancasila dari ruang-ruang kuliah langsung ke tengah masyarakat.

Semangat Kebajikan untuk Indonesia Maju

Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan program-program kebangsaan di kampus UINSU Medan. Semoga semangat kebajikan dan persatuan yang telah dinyalakan melalui kegiatan ini terus membawa keberkahan, kemaslahatan, dan kemajuan bagi UINSU Medan, Sumatera Utara, serta Bangsa Indonesia. (Humas)

Skip to content